Asdep Bidang Pemasaran I Regional I Kemenpar Dessy Ruhati menambahkan, selama ini kegiatan promosi di luar negeri khususnya di pasar Kamboja cukup membuahkan hasil. Hal tersebut dapat terlihat dari peningkatan jumlah kunjungan wisatawan asal Kamboja ke Indonesia pada tahun 2017 sebanyak 6.506 wisatawan, menjadi 8.819 pada tahun 2018.
“Pada tahun 2018, wisman dari Myanmar yang berkunjung ke Indonesia sebanyak 28.570 wisatawan. Tahun ini, target untuk Myanmar adalah 40.000 wisatawan dan untuk Kamboja adalah 10.000 wisatawan. Kita juga akan membidik Laos sebagai pengembangan pasar mancanegara,” bebernya
Sejalan dengan target tersebut, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengaku telah menggandeng 9 industri pariwisata dari 4 provinsi. Yaitu DI Yogyakarta, Bali, Jawa Barat, dan Batam. Mereka terdiri dari travel agent dan hotelier sebagai seller.
Terkait Misi Penjualan ke Myanmar dan Kamboja, akan dilaksanakan di hotel dengan konsep Bussines to Bussines (B2B) atau Table Top. Dengan demikian, sellers dapat melakukan penjualan paket wisata kepada buyers secara langsung ataupun melakukan kerjasama secara langsung.
“Kegiatan ini juga akan diisi dengan presentasi tentang destinasi utama Market Indochina yaitu Borobudur dan rencana beroperasinya New Yogya International Airport, serta rencana pembukaan rute Citilink Indonesia-Kamboja,” ungkapnya.
(Risna Nur Rahayu)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.