nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Parlemen Iran Tetapkan CENTCOM AS Sebagai Organisasi Teroris

Rahman Asmardika, Jurnalis · Rabu 17 April 2019 14:11 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 17 18 2044651 parlemen-iran-tetapkan-centcom-as-sebagai-organisasi-teroris-BlVSfomOwc.jpg Foto: Reuters.

TEHERAN - Komando Sentral Amerika Serikat (CENTCOM) telah dilabeli sebagai “organisasi teroris” oleh parlemen Iran sebagai pembalasan atas langkah Washington yang memasukkan Garda Nasional Iran (IRGC) ke dalam daftar hitam teroris.

Rancangan Undang-Undang (RUU) yang menyatakan semua organisasi, lembaga dan pasukan di bawah komando CENTCOM diakui sebagai "teroris" mendapat dukungan dari mayoritas anggota parlemen Iran, yang menyetujui isinya. RUU tersebut juga mengutuk langkah AS yang memasukkan IRGC, cabang militer resmi dari Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran ke daftar hitam.

"Pemerintah Republik Islam Iran dan Angkatan Bersenjata diharuskan untuk mengambil tindakan preventif dan tindakan pencegahan pendahuluan kapan pun diperlukan, untuk mencegah setiap pasukan AS yang bermusuhan menggunakan segala kemungkinan yang bertentangan dengan kepentingan Republik Islam Iran," demikian dicantumkan dalam RUU tersebut sebagaimana dilansir RT, Rabu (17/4/2019). Siapa pun yang memberikan dukungan militer, intelijen, keuangan, atau dukungan lainnya kepada CENTCOM dan pasukan afiliasinya akan dianggap sebagai pendukung terorisme.

Undang-undang yang terdiri dari 13 pasal itu juga mengamanatkan staf umum untuk mulai mengumpulkan intelijen tentang kegiatan CENTCOM sehingga materi tersebut dapat digunakan di pengadilan Iran untuk menuntut orang-orang tertentu. Namun, RUU tersebut tidak menyebutkan mekanisme yang pasti di mana warga AS dapat diadili di bawah hukum Iran.

Pekan lalu AS untuk pertama kalinya, menetapkan IRGC sebagai organisasi teroris, yang semakin meningkatkan ketegangan antara kedua negara yang telah berada di titik tertinggi setelah Presiden Donald Trump secara sepihak menarik AS keluar dari perjanjian Nuklir Iran (JCPOA) dan kembali menjatuhkan sanksi terhadap Teheran.

Garda Revolusi Iran telah menjadi kekuatan elit Republik Islam itu selama 40 tahun terakhir sejak kepemimpinan Ayatollah Besar Ruhollah Khomeini yang menggulingkan Shah Mohammad Reza Pahlavi yang didukung AS.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini