
Sri yang sudah paruh baya itu mengaku hanya mengenal logo partai yang sudah lama seperti Partai Demokrat, PDI Perjuangan, dan Hanura tanpa mengenal calon kecuali presiden dan wakilnya.
"Tahu (kalau presiden wapresnya) terus kalau gambar-gambar yang lain lambang lambang itu tahu, yang ribet yang orang yang dua baris itu, itu kan bikin sulit kita enggak ngenalin tapi kepengen juga coblos yang mana bingung juga," paparnya.
Kendati demikian dirinya merasa terbantu dengan adanya petugas di lokasi TPS.
"Iyalah (terbantu) lipetnya aja bingung kegedean enggak simple gitukan, kalau cuman dua aja calon sama yang udah kan lebih mudah terus jangan kebanyakan ribet juga gitu," ungkapnya.