Bikin Merinding, Warga Bengkulu Nyoblos di Tengah Makam Inggris

Demon Fajri, Okezone · Rabu 17 April 2019 13:24 WIB
https: img.okezone.com content 2019 04 17 605 2044615 bikin-merinding-warga-bengkulu-nyoblos-di-tengah-makam-inggris-dk2wdEgD1r.jpg (Foto: Demon Fajri/Okezone)

BENGKULU - Tempat Pemungutan Suara (TPS) berbagai wilayah di Indonesia ditata sedemikian rupa guna menarik masyarakat untuk menggunakan hak suaranya dalam pesta demokrasi, Rabu (17/4/2019).

Namun, lain halnya dengan TPS di Kelurahan Jitra, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu ini. TPS 01 yang terletak di RT 01/RW 04 itu berada di tengah-tengah puluhan makam Inggris.

Di lokasi komplek ini terdapat tidak kurang dari 72 makam. Di antaranya, makam empat orang anak Gubernur Jenderal Sir Thomas Stamford Raffles. Makam-makam tersebut masih terawat dengan baik.

Foto: Demon Fajri

Meskipun TPS berada di tengah-tengah komplek pemakaman, antusis masyarakat setempat untuk menggunakan hak suaranya tetap tinggi, tanpa adanya rasa takut untuk datang ke TPS. Setiap pemilih yang datang disambut pantia dengan ramah.

(Baca juga: Usai Mencoblos, Warga Santap Kuliner Nusantara di Kediaman Megawati)

Ketua RT 04 RW 02 Kelurahan Jitra Kecamatan Teluk Segara, Bustami mengatakan, pemilihan lokasi pembuatan TPS 01 di tengah komplek makam Inggris karena d idaerahnya tidak memiliki lapangan yang cukup luas.

Meskipun di tengah makam, lanjut Bustami, masyarakat yang telah memiliki hak suaranya tetap menggunakan hak suaranya/

Di RT 04, sampai Bustami, terdapat 200 pemilih. Di mana dari pengalaman sebelumnya, masyarakat selalu menggunakan hak suaranya dengan datang langsung ke TPS.

Foto: Demon Fajri

''Kami sudah beberapa kali membuat TPS di sini (tengah makam). Tidak ada warga yang takut untuk datang mencoblos,'' kata Bustami, Rabu (17/4/2019).

Ditemui terpisah, salah satu masyarakat RT 04 RW 02 Kelurahan Jitra, Kecamatan Teluk Segara, Jusmani (64) mengatakan, dirinya tidak takut untuk datang ke TPS yang ada di tengah-tengah makam.

''Kalau takut, tidak. Kenapa harus takut kita tidak ada ganggu,'' kata Jusmani.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini