Prabowo Ultimatum Pendukungnya Tidak Anarkis Sikapi Hasil Quick Count

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Rabu 17 April 2019 17:37 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 17 605 2044807 prabowo-ultimatum-pendukungnya-tidak-anarkis-sikapi-hasil-quick-count-n1QA9HM33t.jpg Capres 02 Prabowo Subianto menggelar konferensi pers terkait hasil hitung cepat. (Foto: Puteranegara Batubara/Okezone)

JAKARTA – Beberapa lembaga survei telah merilis hasil hitung cepat atau quick count Pemilihan Presiden 2019. Sebagian besar menyatakan pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin unggul perolehan suara dari paslon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.

Dengan adanya hasil sementara itu, Prabowo Subianto mengultimatum seluruh tim sukses, relawan, dan pendukungnya untuk tidak terpancing emosinya dan bertindak anarkis menanggapi hasil hitung cepat dari beberapa lembaga survei.

"Saudara-saudara sekalian, saya imbau tetap tenang semua, tenang, dan tidak terprovokasi untuk lakukan anarkis," kata Prabowo dalam jumpa pers di Rumah Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (17/4/2019).

(Baca juga: Prabowo: Hasil Quick Count, Kita Menang 52,2%)

Prabowo menginstruksikan kepada seluruh tim pemenangannya untuk tidak mengambil langkah yang dapat melanggar hukum. Dia mengimbau semuanya untuk tetap tenang.

"Saya tegaskan kepada pendukung saya untuk sama sekali tidak terprovokasi dan hindari bentuk tindakan berlebihan di luar hukum dan kekerasan apa pun," tutur Prabowo.

Ia mengatakan, imbauan itu dikeluarkan lantaran berdasarkan exit poll dan quick count internal, dirinya dinyatakan menang. Adapun hasilnya adalah 55,4 persen berdasarkan exit poll dan 52,2 persen dari hasil hitung cepat internalnya.

(Baca juga: Hasil Quick Count Internal, Prabowo Umumkan Kemenangan sebagai Presiden)

Daripada bertindak anarkis, Prabowo mengimbau kepada para pendukungnya lebih baik fokus mengawal kotak suara yang ada di tiap-tiap TPS. Hal itu untuk menghindari adanya potensi kecurangan yang terjadi.

"Tetap fokus kawal kotak suara karena kotak itu kunci kemenganan agar kebohongan-kebohongan yang sudah dilakukan bisa dilawan," tutur Prabowo.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini