Share

Tunggu Perhitungan Resmi KPU, Wiranto Minta Warga Tetap Tenang & Tidak Anarkis

Achmad Fardiansyah , Okezone · Kamis 18 April 2019 13:22 WIB
https: img.okezone.com content 2019 04 18 605 2045133 tunggu-perhitungan-resmi-kpu-wiranto-minta-warga-tetap-tenang-tidak-anarkis-G0YG37mZit.jpg Menko Polhukam, Wiranto (foto: Reza/Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto menuturkan proses Pemilu serentak 2019 berjalan dengan aman dan kondusif.

"Tahapan pemungutan suara dan penghitungan suara Pemilu Serentak Tahun 2019 telah berjalan aman, tertib, dan lancar serta damai," kata Wiranto kepada wartawan, di Gedung Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (18/4/2019).

Menurut mantan Panglima ABRI ini, terwujudnya dengan aman kondusif dalam merayakan pesta demokrasi tentunya tidak terlepas dari peran serta semua pemangku kepentingan.

"Kondisi ini ada peran peserta pemilu, pemerintah, penyelenggara pemilu, dan aparat keamanan (TNI/Polri) serta seluruh masyarakat Indonesia, kami sampaikan apresiasi dan terimakasih setinggi-tingginya kepada s‎emua pihak, semoga kondisi ini dapat berlanjut sampai tahapan akhir Pemilu Serentak Tahun 2019 selesai," tuturnya.

 ass

Selain berjalan aman dan kondusif, pemilu kali ini juga tingkat partisipasi pemilih cukup tinggi, pihaknya mencatat sekira 80 hingha 90 persen.

"Ini telah melampaui target yang ditetapkan dalam RPJMN 2015-2019 sebesar 77,5 %. Hal ini menunjukkan bahwa siapapun Presiden yang terpilih akan memiliki legitimasi yang tinggi," ungkapnya.

Selanjutnya, Wiranto meminta kepada seluruh rakyat Indonesia agar semua pihak tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, memelihara perdamaian serta melarang para pendukungnya untuk melakukan aksi-aksi provokasi yang nyata-nyata akan mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat serta ‎menghormati proses finalisasi hasil Pemilu yang sedang dilakukan oleh KPU.

 

"Mengingatkan kepada segenap masyarakat untuk tetap tenang, tidak melakukan tindakan anarkis yang melanggar hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku sambil menunggu hasil resmi perhitungan suara oleh KPU," bebernya.

"TNI dan Polri akan bertindak tegas untuk menindak dan menetralisir berbagai aksi yang nyata-nyata akan mengganggu ketertiban dan keamanan nasional serta k‎eutuhan bangsa dan negara," tutupnya.

 sd

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini