"Tanggal 19 (April 2019 Prabowo) mengatakan lagi bahwa mereka sudah menang berdasarkan real count dan sudah menyebut diri sebagai presiden dan wakil presiden Indonesia," tambahnya.

Ade menilai apa yang disampaikan Prabowo merupakan suatu kebohongan dan bisa menimbulkan konflik di masyarakat.
"Pemilihannya siang hari, pada malam hari dia sudah tau real count dari 320.000 TPS yang angkanya 62% itu. Karena itu kami menganggap itu bohong, dan kebohongan itu berpotensi sekali menimbulkan konflik di tenhah masyarakat," paparnya.
Ade khawatir apabila narasi yang disampaikan Prabowo dilakukan secara terus menerus akan memengaruhi publik dan menjadi suatu kebenaran, padahal tidak demikian.