TKN Jokowi Bongkar Klaim Kemenangan Prabowo di DKI Jakarta dan Lampung

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Senin 22 April 2019 18:42 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 22 605 2046621 tkn-jokowi-bongkar-klaim-kemenangan-prabowo-di-dki-jakarta-dan-lampung-XQ51TNVkyz.jpeg Jubir TKN Jokowi-Ma'ruf, Arya Sinulingga (kiri) memberi keterangan pers di Rumah Cemara, Jakarta (Fahreza/Okezone)

JAKARTA - Tim Kampanye Nasional (TKN) Koalisi Indonesia Kerja Joko Widodo (Jokowi)-KH Maruf Amin membongkar klaim kemenangan kubu Prabowo-Sandi di DKI Jakarta dan Lampung. TKN menemukan indikasi kecurangan dalam metode penghitungan data pasangan 02.

Juru Bicara TKN Arya Sinulingga menjelaskan, temuan tim di lapangan membongkar kenyataan dalam penghitungan suara yang dilakukan kubu pasangan 02. Klaim kemenangan didasarkan hanya pada uji sampling di 300-an TPS. Sedangkan, jumlah TPS di DKI Jakarta sebanyak 29.063 TPS, dengan jumlah pemilih tetap sebanyak 7,2 juta.

"Bagaimana mereka bisa kumpulkan data begitu cepat. Padahal mereka banyak gak punya saksi di TPS. Contoh di Kayu Putih, Pulo Gadung itu gak ada saksi 02. Tapi versi BPN menang 72% di Jakarta," ujar Arya di Jakarta, Senin (22/4/2019).

Selain itu, tim TKN juga menemukan adanya kerusakan data, data ganda, alamat tidak lengkap, serta sebaran pengumpulan data di TPS yang tidak merata dengan hanya mengambil data di TPS di mana pasangan Prabowo-Sandi memperoleh kemenangan.

Ruang rekapitulasi suara di DPP PDIP (Sarah/Okezone)

Sebelumnya, TKN Jokowi-Amin juga mengungkapkan kesalahan sampling di Lampung oleh kubu 02. Dari hasil penelusuran, quick count 02 hanya dilakukan di 30 TPS. Padahal, berdasarkan data KPU, jumlah TPS di Lampung sebanyak 26.265 dan 8 TPS DPTb.

"Jadi tidak heran kalau mereka klaim kemenangan di Jakarta 62,23% dan Lampung 59,09%. Kami sangat menyayangkan cara-cara seperti ini. Karena ini jelas edukasi yang salah ke masyarakat," tegasnya di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta Pusat.

Bantah Oligarki Pilpres 2019

Arya Sinulingga juga membantah tudingan terjadinya praktik oligarki politik yang menguntungkan salah satu kubu pada Pilpres 2019. Pelaksanaan pilpres telah berjalan sesuai dengan koridor perundang-undangan yang berlaku.

Jika ada dugaan kecurangan, TKN meminta, pihak terkait segera melaporkannya ke pihak Bawaslu. "Jadi tidak perlu reaktif, membuat analisis yang tidak berdasar. Kita harus menentang segala bentuk delegitimasi pemilu," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Konten TKN Fiki Satari meminta publik untuk tetap tenang sembari menunggu hasil real count dari KPU rampung. Selain itu, masyarakat juga bisa memantau penghitungan oleh lembaga dengan reputasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

"Kami dari TKN berani menyampaikan informasi secara terbuka karena berdasarkan data dari real count room yang juga sudah dibuka untuk media. Datanya jelas. Kami menghimbau masyarakat tetap tenang tunggu hasil dari KPU. Mari kita kawal bersama," ujarnya.

Untuk memantau hasil penghitungan suara, masyarakat juga bisa mengakses aplikasi JAMIN, sebuah aplikasi pelaporan saksi mulai dari TPS yang diluncurkan oleh TKN Jokowi-Amin. Seluruh data yang diolah telah melalui verifikasi ketat untuk menghasilkan data C1 yang akurat.

Berikut ini data penghitungan suara sementara di DKI Jakarta, Lampung dan nasional dari sejumlah institusi:

DKI JAKARTA

Real Count 01

(Per 22 April 2019 pukul 14.00 WIB)

Data masuk 38,33%

Jokowi-Amin 55,35%

Prabowo-Sandi 44,65%

Real Count KPU

(Per 22 April 2019 pukul 14.00 WIB)

Data masuk 20,33%

Jokowi-Amin 53,16%

Prabowo-Sandi 46,84%

Lampung

Real Count KPU

(Per 22 April 2019 pukul 14.00 WIB)

Data masuk 18,26%

Jokowi-Amin 56,22%

Prabowo-Sandi 43,78%

Real Count 01

Data masuk 52,91%

Jokowi-Amin 56,93%

Prabowo-Sandi 43,07%

Hasil Penghitungan Sementara Nasional

(Sampai dengan 22 April 2019 pukul 14.00 WIB)

Real Count KPU

Data masuk 20,33%

Jokowi-Amin 53,16%

Prabowo-Sandi 46,84%

 

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini