119 Petugas KPPS Meninggal Dunia, Golkar: Pemilu Serentak Perlu Dievaluasi

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Rabu 24 April 2019 06:42 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 24 605 2047239 119-petugas-kpps-meninggal-dunia-golkar-pemilu-serentak-perlu-dievaluasi-FrwVZLenat.jpg Ketua DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily. (Foto : Dok Okezone)

JAKARTA – Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily setuju jika sistem penyelengaraan Pemilu Serentak 2019 perlu dievaluasi. Hal ini lantaran banyaknya petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia, baik saat ataupun usai menjalankan tugas menyelenggarakan Pemilu Serentak 2019.

“Ya memang perlu ada evalusi terhadap penyelenggaraan Pemilu Serentak,” ujar Ace di Jakarta, Rabu (24/4/2019).

Ace mengatakan, evaluasi itu dilakukan seperti memisahkan kembali antara ranah pemilu eksekutif dan legislatif ataupun pemilu lokal dan nasional.

“Saya kira proses demokrasi Indonesia saat ini selalu mengalami trial and error,” ucap Ace.

ilustrasi

Ace yang Juru Bicara TKN Jokowi-Ma’ruf itu menilai, perlu kajian mendalam mengenai proses pemilu yang sekarang masih banyak kekurangan. Namun, tak lupa ia untuk selalu menghargai petugas yang sudah melaksanakan tugasnya hingga meregang nyawa.

“Kita harus hargai petugas KPPS yang hingga meninggal. Mereka berjuang demi tegaknya demokrasi Indonesia,” kata Ace.


Baca Juga : Ini Isi Pertemuan antara Prabowo dengan Ulama dan Tokoh Nasional

Sekadar diketahui, KPU RI mencatat sebanyak 119 petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS‎) meninggal dunia dalam penyelenggaraan Pemilu Serentak 2019. Sementara yang mengalami sakit saat bertugas ada 548 orang.


Baca Juga : Jokowi-Ma'ruf Masih Unggul 3,5 Juta Suara, TKN Terus Kawal Form C1

(erh)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini