Jokowi dan Zulhas Bertemu di Istana Bahas Persoalan Pemilu 2019

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Rabu 24 April 2019 19:16 WIB
https: img.okezone.com content 2019 04 24 605 2047610 jokowi-dan-zulhas-bertemu-di-istana-bahas-persoalan-pemilu-2019-gVvh8LSFKX.jpg Zulkifli Hasan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membahas evaluasi Pemilu serentak 2019 bersama Ketua MPR Zulkifli Hasan (Zulhas) beserta Ketua Umum Nasdem Surya Paloh usai pelantikan Murad Ismael-Barnabas Orno sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku di Istana Negara, Jakarta.

"Saya serta tokoh lainnya banyak membahas mengenai refleksi kebangsaan kita mengingat kampanye yang sangat panjang, berlangsung delapan bulan, diwarnai hoaks dan fitnah. Pada akhirnya kita semua berbicara bangsa dan negara, kepentingan untuk mencari pemimpin," kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (24/4/2019).

(Baca Juga: TKN: Jokowi-Ma'ruf Amin Menang Telak di DIY dan Bali)

Menurut Hasto, Zulhas banyak menyampaikan pengalamannya selama delapan bulan kampanye di Pemilu serentak 2019. Dalam kesempatan itu, Zulhas menyatakan waktu delapan bulan terlalu lama sehingga melelahkan dalam berkontestasi pada pesta demokasi lima tahunan tersebut.

"Tapi inti sarinya bagaimana kita sebagai bangsa bersatu mengutamakan kepentingan umum dan delapan bulan sudah terlalu panjang untuk berkontestasi, saatnya semua berpikir tentang rekonsiliasi untuk bangsa dan negara," ujar Hasto.

Jokowi

Hasto percaya bahwa seluruh pemimpin bangsa memiliki niat yang baik untuk keberlangsungan demokrasi Indonesia. Pasalnya, Indonesia adalah negara yang dibangun dengan cita-cita besar oleh pendiri bangsa.

"Pemilu sudah berjalan dengan baik, rakyat sudah memilih dengan kedaulatannya untuk menentukan siapa yang terbaik, lewat quick count yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah, secara akademis Jokowi-KH Ma'ruf Amin dipercaya rakyat inilah yang kami dorong," ujarnya.

(Baca Juga: Pemerintah Belum Tahu Besaran Santunan untuk Petugas KPPS yang Meninggal)

Terpisah, Zulhas mengatakan, perbincangannya dengan Jokowi hanya sebatas silaturahmi. Selain itu, ia mengatakan membahas apa saja persoalan yang terjadi selama Pemilu serentak 2019.

"Iya kita tadi diskusi Pemilunya ini terlalu lama," kata Zulhas yang juga Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini