nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Diralat, Jumlah Korban Tewas Serangan Bom Sri Lanka Berkurang Lebih dari 100 Orang

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 26 April 2019 11:10 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 26 18 2048272 diralat-jumlah-korban-tewas-serangan-bom-sri-lanka-berkurang-lebih-dari-100-orang-CkxYhcB846.jpg Foto: Reuters.

COLOMBO – Pejabat Sri Lanka pada Kamis meralat jumlah korban tewas dari insiden serangan bom pada Hari Paskah dan menguranginya sebanyak sekira 100. Pihak berwenang mengatakan sulitnya mengidentifikasi bagian-bagian tubuh manusia di lokasi ledakan bom menyebabkan ketidakakuratan penghitungan jumlah korban.

Wakil Menteri Pertahanan Ruwan Wijewardene mengatakan bahwa angka resmi baru korban tewas adalah 253, turun dari sebelumnya 359. Dia menyalahkan data yang tidak akurat dari kamar mayat untuk perbedaan angka tersebut.

Sementara Direktur Jenderal Layanan Kesehatan Sri Lanka, Anil Jasinghe mengatakan kepada Reuters bahwa angka-angka yang beredar hanyalah perkiraan.

"Bisa jadi 250 atau 260. Saya tidak bisa mengatakannya. Ada begitu banyak bagian tubuh dan sulit untuk memberikan angka yang tepat," kata Jasinghe sebagaimana dilansir Reuters, Jumat (26/4/2019).

Sebagian besar korban adalah warga Sri Lanka, meskipun pihak berwenang mengatakan sedikitnya 38 orang asing juga tewas, banyak turis duduk untuk sarapan di hotel-hotel kelas atas ketika para pengebom meledakkan diri.

Serangan bom bunuh diri di tiga gereja dan empat hotel di Colombo pada Minggu dinilai telah memperlihatkan kegagalan intelijen Sri Lanka. Muncul dugaan bahwa peringatan tentang serangan tersebut tidak ditindaklanjuti dan telah perselisihan di tingkat atas pemerintah yang telah merusak kerja sama keamanan.

Polisi mengeluarkan nama-nama dan foto-foto empat pria dan tiga wanita yang dicari sehubungan dengan serangan-serangan tersebut, sementara ketakutan akan serangan bom lanjutan dan penyisiran oleh pihak keamanan tetap membuat situasi di negara itu tegang.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini