Baca juga: Hambali, Teroris Bom Bali Berharap Dibela Pemerintah Indonesia
Sebelumnya, Perdana Menteri Australia, Scott Morisson mengungkapkan ketidaksetujuan soal pembangunan restoran di bekas Sari Club, salah satu lokasi meledaknya bom pada 12 Oktober 2002 yang menyebabkan banyak warga Australia meninggal. Ia mencuit di akun twitter resminya @ScottMorissonMP.
Morrison menyatakan keputusan pemerintah lokal untuk mengeluarkan izin pembangunan gedung hiburan lima lantai di lokasi tempat tewasnya 88 warga Australia karena dibunuh teroris adalah hal yang menyedihkan. Ia mengatakan Australia memberikan dukungan dan dana untuk membangun monumen di lokasi pengeboman itu dan Konsulat Jenderal Australia di Bali akan melakukan koordinasi terkait upaya itu.
Baca juga: Peringatan Bom Bali ke-15, Momen Bagi Negara Berikan Dukungan Sebesar-besarnya Kepada Para Korban
Dalam cuitan selanjutnya, PM Australia juga mengutarakan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pemerintah Indonesia dalam menyelesaikan persoalan itu sehingga korban tewas dan kenangan keluarga yang ditinggalkan bisa tetap dihormati.
(Fakhri Rezy)