JAKARTA - Kantor Staf Presiden mendapatkan tugas dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengoordinasikan seluruh kementerian, lembaga, dan BUMN untuk melayani kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Lebaran 2019. Salah satu yang disiapkan adalah pengamanan pasokan dan ketersediaan listrik.
Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko meminta laporan dan persiapan setiap kementerian, lembaga, dan BUMN terkait dengan kebutuhan masyarakat, terutama di bidang transportasi, suplai energi dan pelayanan kesehatan.
"Perintah Presiden Jokowi sangat jelas. Dari tahun ke tahun, pelayanan mudik untuk masyarakat harus ada peningkatan. Untuk itulah kami memonitor dan memantau persiapannya supaya dapat berjalan sebaik-baiknya," ujar Moeldoko dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (28/4/2019).
Moeldoko mengatakan bahwa dalam menghadapi musim Lebaran dan liburan 2019 kali ini, PLN memperkirakan kebutuhan beban puncak selama masa lebaran akan mencapai sekitar 17 ribu MW, sedangkan daya mampu netto yang bisa disediakan adalah sekitar 35 ribu MW.
"Dengan demikian, tersedia cadangan daya sekitar 63 persen dari kebutuhan," ujarnya.
Sementara, Deputi I Kepala Staf Kepresidenan, Darmawan Prasodjo mengatakan, saat ini pasokan listrik relatif aman. Pasalnya, empat lima tahun lalu, kondisi sistem kelistrikan nasional dari 17 sistem jaringan kelistrikan wilayah, terdapat 11 di antaranya masih defisit.
"Sekarang alhamdulillah sudah tidak ada lagi yang defisit," terang dia.