JAKARTA - Sebanyak 55 Panita Pengawas Pemilu (Panwaslu) meninggal dunia saat menjalankan tugasnya dalam mengawasi Pemilu Serentak 2019. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) berharap tidak ada lagi penambahan jumlah korban dalam pemungutan suara ulang (PSU).
Anggota Bawaslu, Rahmat Bagja berharap Panwaslu di tingkat TPS tidak ragu untuk saling berbagi tugas dengan Panwaslu di tingkat kelurahan.
"Kami minta pengawas TPS bisa berbagi tugas dengan pengawas kelurahan yang ada, Pawascam untuk menemani yang bersangkutan," ujarnya kepada Okezone, Sabtu (27/4/2019).
(Baca juga: Banyak Petugas Pemilu Meninggal, Mendagri: Jadi Bahan Evaluasi Pemerintah)
"Diharapkan ini tidak terjadi lagi permasalahan, gitu. Memang kan panjang ya kan prosesnya," ujar Rahmat Bagja.

Selain itu, Rahmat Bagja menyebutkan bahwa dalam PSU kali ini terdapat pemeriksaan kesehatan sebelum para petugas bekerja. Sehingga, ia mengimbau kepada petugas untuk selalu menjaga kesehatan dengan baik.
"Semoga tidak terjadi. Makanya sekarang kan ada pemeriksaan kesehatan, ada juga teman-teman dianjurkan untuk sayang kesehatan," kata dia.
"Kita harus saling membantu satu sama lain. Fokus pada tugas, jika lelah, jangan memaksakan diri untuk tetap lanjut. Harus berhenti dulu, cek kesehatan dulu," tutupnya.
(Qur'anul Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.