nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Melati Diduga Diculik dan Dijual Lalu Ditiduri "Om-Om PNS"

Ade Putra, Jurnalis · Senin 29 April 2019 15:28 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 29 340 2049393 melati-diduga-diculik-dan-dijual-lalu-ditiduri-om-om-pns-Egv5YtJoM6.jpg

PONTIANAK - Melati (bukan nama sebenarnya), gadis 14 tahun di Kota Pontianak yang disetubuhi oknum PNS berinisial HW, diduga merupakan korban perdagangan orang untuk prostitusi. Kepolisian hingga saat ini masih melakukan penyelidikan lebih mendalam terkait dugaan itu.

Untuk diketahui, gadis asal Kecamatan Pontianak Barat ini disetubuhi pria berusia 53 tahun, di salah satu hotel mini/melati yang ada di Pontianak. Tak hanya sekali. Bahkan sampai tiga kali. Sejak dikabarkan meninggalkan rumah pada Rabu, 24 April 2019.

Dugaan adanya tindak pidana prostitusi ini diperkuat dengan pengakuan korban dan keterangan pelaku saat diperiksa Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kalbar. Dimana, selama pelarian dari rumah, korban sempat ke rumah ibu angkatnya di Sungai Raya Dalam (Serdam), Kabupaten Kubu Raya.

Kepada ibu angkatnya yang turut dimintai keterangan, Melati mengaku disetubuhi pelaku sebanyak tiga kali. Begitu juga pelaku mengakui hal yang saat diperiksa penyidik. "Dia (Melati, red) bilang dibawa om-om. Anak saya ini dipaksa. Kalau tidak mau (disetubuhi, red), kepalanya dibenturkan ke dinding," terang Pe, ayah korban saat ditemui di Polda Kalbar, kemarin malam.

Pria penyandang disabilitas yang sehari-harinya mengais rezeki dengan cara mengamen ini menduga anaknya merupakan korban perdagangan. "Anak saya ini dijual. Orangnya, masih kami cari. Dia perempuan," bebernya.

(Baca Juga: Hilang hingga Heboh di Medsos, Gadis 14 Tahun Ini Ternyata Sudah Ditiduri "Om-Om PNS")

Dugaan tindak pidana prostitusi ini pun masih didalami kepolisian. Direktur Ditreskrimum Polda Kalbar, Kombes Pol Veris Septiansyah menegaskan bahwa pihaknya masih mendalami segala dugaan yang ada. Baik apakah itu korban diculik maupun adanya tindak pidana prostitusi.

"Kita sampai saat ini masih mencari keterangan lainnya. Apakah betul korban ini diculik kemudian dipekerjakan atau bagaimana. Ini yang masih kita lakukan penyelidikan," papar Veris.

Apalagi, kata Veris, penyidik masih kesulitan mengambil keterangan Melati. Gadis kelahiran tahun 2005 itu belum bisa diambil keterangan karena mengalami syok berat.

(Baca Juga: Ditiduri "Om-Om PNS", Melati Syok Berat hingga Takut dengan Ibunya Sendiri)

"Motifnya apa, kemudian bagaimana dia bisa ketemu dengan korban. Ini yang sedang kita dalami juga," tegas Veris.

Meski demikian, saat ini pelaku masih ditahan sambil menjalani pemeriksaan dengan intensif. Pelaku bakal dijerat Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. "Pelaku sudah mengakui telah menggunakan korban. Mengajak korban berbuat tak senonoh," tutup Veris.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini