nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Derita Korban Longsor Bengkulu: Fasum Rusak, Kebun Tertimbun hingga Hidup Terisolir

Demon Fajri, Jurnalis · Selasa 30 April 2019 10:46 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 30 340 2049723 derita-korban-longsor-bengkulu-fasum-rusak-kebun-tertimbun-hingga-hidup-terisolir-nNV5gQfA8z.jpeg Kondisi longsor di Bengkulu Tengah yang membuat akses keluar masuk terputus (Foto: Demon/Okezone)

BENGKULU - Korban bencana alam banjir dan tanah longsor di Provinsi Bengkulu, menyisakan trauma bagi masyarakat di Kabupaten Bengkulu Tengah. Khususnya di Desa Kelindang Kecamatan Pagar Jati dan Desa Susup Kecamatan Merigi Sakti.

Sejak bencana alam menerjang, akses jalan menuju kedua desa tersebut masih lumpuh. Akibat material longsor masih menutupi seluruh badan jalan di beberapa titik. Selain itu, aliran listrik masih padam. Hal tersebut ditandai dengan banyaknya tiang listrik roboh.

Bahkan, areal perkebunan masyarakat di daerah itu terdampak bencana. Sehingga masyarakat kehilangan mata pencarian. Sebab, areal perkebunan mereka tertimbun material longsor. Sementara, salah satu desa masih ada yang terisolir.

Yakni, Desa Komering Kecamatan Merigi Sakti. Di mana desa itu menjadi lokasi parah akibat bencana. Hal itu ditandai dengan belum adanya akses menembus ke lokasi daerah tersebut. Sebab material longsor menutupi badan jalan dibeberapa titik.

"Akses jalan menuju ke sana masih sulit di tempuh kendaraan. Bantuan belum banyak masuk ke sana karena longsor menutupi badan jalan, jaringan listrik masih padam sejak Jumat hingga hari ini," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, Selasa (30/4/2019).

"Bencana yang menerjang desa mereka membuat masyarakat menjadi trauma," sambung Herwan.

Herwan menyampaikan, masyarakat di desa Susup dan Kelindang sudah mulai terserang berbagai penyakit. Mulai dari diare, muntaber, penyakit kulit, hipertensi, maag dan penyakit lainnya. Sementara, tim medis masih sangat minim untuk mengobati para korban.

"Ada puskesmas keliling di sana mulai membantu pengobatan masyarakat di sana," terang Herwan.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini