Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

BNPB Duga Alih Fungsi Lahan Sebabkan Banjir Bengkulu

Avirista Midaada , Jurnalis-Selasa, 30 April 2019 |06:02 WIB
 BNPB Duga Alih Fungsi Lahan Sebabkan Banjir Bengkulu
Foto Ilustrasi Okezone
A
A
A

KOTA MALANG - Bencana banjir dan tanah longsor yang menerjang Bengkulu dinilai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo lantaran alih fungsi lahan hutan yang masif.

Hal ini ia sampaikan saat Silaturahmi dan Dialog BNPB dalam rangka Hari Kesiapsiagaan Bencana Provinsi Jawa Timur di Kota Malang, Senin (29/4/2019) malam.

"Selain faktor curah hujan yang tinggi, faktor lain mungkin juga karena alih fungsi lahan sehingga tak ada serapan air ketika hujan turun," ujarnya.

 sd

Ia menambahkan, bila edukasi kepada masyarakat untuk tetap menanam tanaman yang berfungsi ekologis menyerap air sangat diperlukan.

"Tidak salah menanam tanaman yang semusim tapi harus diimbangi dengan tanaman yang berfungsi ekologis. Itu yang harus terus disosialisasikan dan diedukasi ke masyarakat," terangnya.

Selain faktor alih fungsi lahan, banjir - banjir yang terjadi juga disebabkan sedimentasi sungai akibat sampah dan material lainnya sehingga terjadi pendangkalan.

"Banyak sungai yang terjadi penumpukan sedimentasi. Dulu mungkin dalam tapi karena banyak faktor akhirnya dangkal," bebernya.

 sd

Pihak BNPB bersama instansi terkait baik Kementerian PUPR dan ESDM telah mengirimkan tim ke Bengkulu untuk melakukan penanganan sekaligus mencari penyebab terjadinya banjir dan tanah longsor yang menewaskan setidaknya 29 orang.

"Sudah mengirimkan tim untuk menilai penyebab bencananya disamping curah hujan tinggi, mungkin ada faktor lain," pungkasnya.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement