nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mendagri Sedih Bupati Talaud Jadi Tersangka KPK

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Kamis 02 Mei 2019 12:04 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 02 337 2050529 mendagri-sedih-bupati-talaud-jadi-tersangka-kpk-0Xd9iHFJYl.jpg Mendagri Tjahjo Kumolo. (Foto : Fahreza Rizky/Okezone)

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Bupati Talaud, Sulawesi Utara, Sri Wahyumi Maria Manalip, sebagai tersangka kasus suap proyek pengadaan barang di Kabupaten Kepulauan Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara (Sulut), Tahun Anggaran 2019.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyatakan dirinya sangat prihatin atas adanya kepala daerah yang kembali harus berurusan dengan KPK. Ia pun menyerahkan segala proses hukum kepada KPK.

"Ya kami sedih, kami prihatin ya. Kami sudah menyerahkan kepada KPK sebagai aparat penegak hukum silahkan diproses tetap menggunakan asas praduga tak bersalah," ujar Tjahjo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (2/5/2019).

Bupati Talaud Sri Wahyumi (Facebook)

Saat ini, Sri Wahyumi Maria Manalip sudah menjadi tahanan KPK. Tjahjo pun mengutarakan jika Mendagri sudah menunjuk Wakil Bupati sebagai pejabat sementara agar tidak ada kekosongan di lingkungan pemerintahan Kabupaten Kepuluan Talaud, Sulawesi Utara, Sulawesi Utara.

"Saat yang bersangkutan ditahan kami akan menunjuk wakilnya (Petrus Simon Tuange) sebagai pejabat sehari-hari agar tidak ada kekosongan," kata Tjahjo.

Selain itu, Tjahjo meminta Sri Wahyumi Maria Manalip dapat bersikap kooperatif kepada KPK. Itu karena menurutnya, KPK pasti memiliki bukti yang cukup kuat dalam operasi tangkap tangan terhadap Sri Wahyumi.

"Saya minta kepada saudara Sri Wahyuni untuk kooperatif mengikuti jalannya proses hukum oleh KPK," tuturnya.

Terjaring OTT, Bupati Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip Tiba di KPK

Sebagaimana diketahui, KPK resmi menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus ini. Pada perkara ini, Sri Wahyumi dan Benhur diduga berperan selaku penerima sementara Bernard pemberi suap.

Dalam perkara ini, Sri Wahyumi diduga meminta Benhur mencarikan kontraktor yang bersedia menggarap proyek di Pemkab Talaud dengan catatan mau memberikan fee 10%. Benhur lantas menawarkan Bernard untuk menggarap proyek tersebut.

Pemberian fee 10 persen tersebut diberikan kepada Sri dalam bentuk barang-barang mewah berupa jam, tas dan perhiasan berlian. Setelah pemberian itu, nantinya Bernard akan mendapatkan proyek di Pemkab Talaud.

Adapun beberapa barang mewah milik Sri Wahyumi yang disita KPK adalah, handbag Chanel senilai Rp97.360.000, tas Balenciaga seharga Rp32.995.000, dan jam tangan Rolex seharga Rp224.500.000, anting berlian Adelle bernilai Rp32.075.000, cincin berlian Rp76.925.000, terakhir uang tunai sebesar Rp50.000.000.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini