"Karena tak jelas argumennya, pernyataan Prabowo itu terlihat sebagai sikap emosional yang berlebihan," paparnya.
Kalau yang dipersoalkan, terkait pemberitaan media hasil penghitungan cepat atau quick count yang tidak sesuai dengan keinginannya hal itu juga dinilai tidak tepat.
(Baca Juga: Prabowo: Media Ikut Merusak Demokrasi di Indonesia)
"Sebab, apa yang ditulis media soal quick count itu kan sesuai fakta hasil quick count yang dilakukan oleh lembaga survey. Kalau hasilnya tak sesuai dengan aspirasi Prabowo, itu kan di luar kuasa media," terangnya.
"Kalau dengan fakta-fakta itu lantas membuat media dikatakan membahayakan demokrasi, ya itu pendapat yang tak ada basisnya alias mengada-ada," tambahnya.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.