nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Raja Thailand Maha Vajiralongkorn Akan Dinobatkan dalam Upacara Tiga Hari

Rahman Asmardika, Jurnalis · Sabtu 04 Mei 2019 10:27 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 04 18 2051414 raja-thailand-maha-vajiralongkorn-akan-dinobatkan-dalam-upacara-tiga-hari-Z37ZxUKntq.jpg Raja Thailand, Maha Vajiralongkorn. (Foto: EPA)

BANGKOK – Thailand memulai pada Sabtu rangkaian upacara penobatan Raja Maha Vajiralongkorn yang akan berlangsung sampai tiga hari ke depan. Upacara rumit yang digelar untuk pertama kalinya dalam tujuh dekade itu merupakan simbol dari transformasi Sang Raja menjadi dewa di negaranya.

Raja baru Thailand itu akan ditemani Permaisuri Suthida, mantan pengawal pribadinya yang dinikahi dalam sebuah pernikahan yang tidak disangka-sangka pada Kamis, beberapa hari sebelum penobatan.

Vajiralongkorn yang berusia 66 tahun menjadi raja konstitusional setelah ayahnya, Raja Bhumibol Adulyadej mangkat pada Oktober 2016. Raja Bhumibol yang dihormati rakyat Thailand meninggal dunia setelah 70 tahun berkuasa.

Ritual penobatan raja-raja Thailand adalah campuran tradisi Buddha dan Hindu Brahmana yang telah ada sejak berabad-abad lalu. Salah satu dari banyak gelar resmi yang akan diambil Raja Vajiralongkorn adalah Raja Rama X, atau raja ke-10 dari dinasti Chakri yang berdiri pada 1782.

Diwartakan Reuters, Sabtu (4/5/2019), ritual yang dilakukan pada Sabtu akan memandikan sang raja dengan air suci dan menyematkan mahkota kepadanya. Ritual itu menyimbolkan transformasinya menjadi "Devaraja", atau perwujudan para dewa.

Ketika air untuk memandikan mulai mengalir, meriam-meriam kuno dari abad ke-19, yang digunakan secara khusus untuk penobatan, masing-masing akan menembakkan 10 voli.

Raja kemudian akan berganti mengenakan seragam penuh dan duduk di atas takhta kayu delapan sisi berukir untuk menerima air suci di tangannya dalam ritual pengurapan.

Pejabat terpilih, termasuk Pimpinan Junta Militer Prayuth Chan-ocha, ketua Majelis Legislatif Nasional, dan ketua Mahkamah Agung, akan mengguyurkan air dari delapan arah, mewakili arah mata angin dan tatanan pada kompas.

Air yang digunakan dalam kedua ritual itu dikumpulkan dari 117 sumber bulan lalu, diberkati oleh para biksu Buddha dan para imam Brahmana di kuil-kuil di seluruh Thailand, sebelum mereka digabungkan dan disucikan.

Sebelum tengah hari, penguasa yang dimurnikan dan diurapi akan duduk di bawah payung sembilan tingkat yang rumit, di mana ia akan menerima plakat emas kerajaan berisi nama dan gelarnya, horoskop kerajaan, dan meterai kerajaan, yang dibuat dalam ritual tiga jam pekan lalu.

Raja juga akan menerima dan memakai lima tanda kerajaan dari raja Brahmana. Setelah memakai tanda kebesaran yang lengkap, raja akan memberikan perintah kerajaan pertamanya, ucapan singkat yang akan menyoroti inti dari pemerintahannya.

Raja akan memproklamirkan dirinya sebagai pelindung kerajaan Buddha pada malam harinya, dan melakukan ritual pindah rumah pribadi di kediaman kerajaan di mana ia akan menginap, seperti yang dilakukan raja sebelumnya.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini