“Sama saja, cuma beda tekstur dagingnya, orang Gayo lebih populer dengan daging sapi, karena mungkin alamnya disini banyak yang pelihara kerbau dari pada sapi,” ujar Aman Syuhada, warga Bener Meriah, Sabtu (4/05).
Daging Kerbau diolah dan dimasak sesuai selera masing - masing, seperti rendang, jantar lumu (masakan khas gayo, bersantan dan menggunakan sayur batang talas), kekolet (kikil kulit kerbau).
“Kalau koletnya banyak bisa dibuat, bisa cicah kikil (sejenis sambal), bisa di asam jeng, dagingnya direndang palingan,” tambah Aman Syuhada.
Daging Kerbau di jual seharga 150.000 perkilonya, harga ini melonjak drastis dari harga biasanya, antara 120.000 - 130.000 perkilo gramnya.