nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK dan Polres Tangsel Tangkap Buronan Polda Lampung di BSD

Hambali, Jurnalis · Minggu 05 Mei 2019 18:20 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 05 338 2051799 kpk-dan-polres-tangsel-tangkap-buronan-polda-lampung-di-bsd-xhKZfjFoUA.jpg Penjara (Shutterstock)

TANGERANG SELATAN - Unit Kriminal Khusus (Krimsus) Polres Tangerang Selatan (Tangsel) beserta Satuan Tugas Penindakan Unit Koordinator Wilayah KPK (Korwil KPK) menangkap buronan Polda Lampung atas nama Nur Muhammad di wilayah BSD, Minggu (5/5/2019).

Tersangka diketahui bernama Nur Muhammad. Dia ditangkap di kontrakan yang berada di Kompleks Villa Melati Mas Blok SR 29 Nomor 7, Serpong, sekira pukul 08.00 WIB.

 Baca juga: Berantas Korupsi, KPK Diminta Terus Bersinergi dengan Polri dan Kejaksaan

"Pada saat petugas mendatangi kontrakan, tersangka sedang berada di kamar yang sudah disewanya selama tiga bulan. Dalam pelaksanaan penangkapan, tidak ada perlawanan yang berarti. Kemudian tersangka dibawa ke Polres Tangsel untuk diamankan," ucap AKP Alexander Yurikho Hadi, Kasatreskrim Polres Tangsel.

Diketahui, Nur Muhammad merupakan tersangka perkara tindak pidana korupsi pada kegiatan pengadaan peralatan olahraga Sekolah Dasar (SD) pada Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan tahun anggaran 2016.

 Baca juga: 3 Dokter Spesialis di Pekanbaru Terbukti Korupsi Alat Kesehatan

Tersangka Nur Muhamad sendiri merupakan Wakil Direktur CV Mika Kharisma selaku penyedia barang dan jasa. Setelah ditangkap, tersangka diamankan sementara ke Mapolres Tangsel, sebelum nantinya akan dibawa ke Bandar Lampung guna dilakukan tindakan hukum oleh penyidik Polda Lampung.

"NM masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) oleh Polda Lampung sejak Bulan Desember 2018," kata Alex.

Penangkapan turut melibatkan petugas KPK karena sebelumnya telah diminta memfasilitasi pencarian DPO oleh Polda Lampung pada Maret 2019. Saat tim KPK mendapatkan informasi mengenai keberadaan DPO, KPK bersama Tim Krimsus Polres Tangsel bergerak dan menangkap tersangka.

 Baca juga: Beri Efek Jera, KPK Harap Napi Koruptor Dijebloskan ke Lapas Nusakambangan

"Penangkapan DPO ini merupakan bentuk sinergi antara KPK dan Polri dalam penegakan hukum tindak pidana korupsi," tukas Alex.

Selain Nur Muhammad, penyidik Polda Lampung menetapkan dua tersangka lainnya, yakni Y selaku PPK dan ZR selalu pemilik modal. Mereka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 UU 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini