JAKARTA – Maraknya praktik korupsi di Tanah Air bukan merupakan sebuah masalah kecil. Sehingga, dibutuhkan kesinergian yang baik antarinstitusi penegak hukum, yakni Jaksa Agung, Polri, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam mengungkap kasus-kasus besar.
Direktur Eksekutif Indonesia Police Watch (IPW) Neta S. Pane meminta KPK untuk tak bekerja sendirian dalam memberantas praktik-praktik rasuah. Sebab, ia melihat kini lembaga Polri dan Kejaksaan seakan kurang bertaring dalam menghilangkan budaya koruptif di Indonesia.
"Polisi matisuri, Kejaksaan lumpuh, kemudian dibuat satu lembaga namanya KPK," kata Neta di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (5/5/2019).
Menurut dia, pembentukan Tim Saber Pungli yang dibuat oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih belum berjalan sesuai dengan yang diharapkan.
"Presiden membuat saber pungli, tapi belakangan enggak jelas saber pungli," ucap Neta.