nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hukuman Penerobos Palang Pintu Kereta: Penjara atau Denda Rp750 Ribu

Agregasi Madiun Pos, Jurnalis · Selasa 07 Mei 2019 07:23 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 07 519 2052377 hukuman-penerobos-palang-pintu-kereta-penjara-atau-denda-rp750-ribu-ARQTI3cytQ.jpg ilustrasi

MADIUN - Hukuman berat menanti mereka yang nekat menerobos palang pintu di perlintasan kereta api (KA). Yakni, bakal menerima hukuman penjara atau denda Rp750.000. Pemberlakuan denda ini supaya masyarakat lebih hati-hati dan tidak menerobos palang pintu saat telah tertutup.

Pengancaman dengan pasal pidana ini sebagai upaya mengurangi kecelakaan lalu lintas di perlintasan KA. Terlebih saat ini kesadaran masyarakat terhadap keselamatan di perlintasan KA masih minim. Hal itu terlihat masih adanya pengendara yang melintas perlintasan meskipun palang pintu sudah diturunkan.

Manager Humas PT KAI Daops VII Madiun Ixfan Hendriwintoko mengatakan denda bagi pelanggar palang pintu perlintasan KA akan diberlakukan. Apalagi saat ini jalur ganda di antara Stasiun Baron, Nganjuk, hingga Stasiun Barat, Madiun, telah diaktifkan. Sehingga perjalanan KA semakin banyak.

"Di wilayah Daops VII Madiun terdapat 270 perlintasan resmi, 67 perlintasan liar, dan 45 perlintasan tak sebidang," kata dia, Senin 6 Mei 2019.

Diejelaskannya, dalam UU No. 22 tahun 2009 tentang LLAJ Pasal 114 disebutkan pengemudi kendaraan wajib berhenti ketika sinyal sudah berbunyi dan palang pintu KA sudah mulai ditutup.

Selanjutnya, pengemudi kendaraan wajib mendahulukan kereta api yang akan lewat dan memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintas rel.

"Apabila terjadi pelanggaran oleh pengemudi kendaraan, maka konsekuensinya adalah pidana kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp750.000. Ini sesuai dengan pasal 296," jelas Ixfan.

Lebih lanjut, Ixfan menuturkan masyarakat supaya lebih waspada dan taat terhadap aturan saat akan melintas di perlintasan KA. Bagi masyarakat yang melintas di perlintasan KA tidak berpalang pintu wajib menengok kanan-kiri terlebih dahulu. Selain itu harus dipastikan perlintasan yang akan dilalui aman.

Sedangkan masyarakat yang akan melintas di perlintasan berpalang pintu supaya bersabar dan tak menerobos palang pintu yang sudah bergerak menutup.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini