MADIUN - Hukuman berat menanti mereka yang nekat menerobos palang pintu di perlintasan kereta api (KA). Yakni, bakal menerima hukuman penjara atau denda Rp750.000. Pemberlakuan denda ini supaya masyarakat lebih hati-hati dan tidak menerobos palang pintu saat telah tertutup.
Pengancaman dengan pasal pidana ini sebagai upaya mengurangi kecelakaan lalu lintas di perlintasan KA. Terlebih saat ini kesadaran masyarakat terhadap keselamatan di perlintasan KA masih minim. Hal itu terlihat masih adanya pengendara yang melintas perlintasan meskipun palang pintu sudah diturunkan.
Manager Humas PT KAI Daops VII Madiun Ixfan Hendriwintoko mengatakan denda bagi pelanggar palang pintu perlintasan KA akan diberlakukan. Apalagi saat ini jalur ganda di antara Stasiun Baron, Nganjuk, hingga Stasiun Barat, Madiun, telah diaktifkan. Sehingga perjalanan KA semakin banyak.
"Di wilayah Daops VII Madiun terdapat 270 perlintasan resmi, 67 perlintasan liar, dan 45 perlintasan tak sebidang," kata dia, Senin 6 Mei 2019.