nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pimpin Sidang Dewan Keamanan PBB, Menlu Retno Cerita Keberhasilan Mayor Gembong asal Indonesia

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Rabu 08 Mei 2019 19:18 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 08 18 2053212 pimpin-sidang-dewan-keamanan-pbb-menlu-retno-cerita-keberhasilan-mayor-gembong-asal-indonesia-ngh6uFg7vf.jpg Menlu Retno pimpin sidang DK PBB di New York. Foto/Kemlu/Okezone


NEW YORK – Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memimpin sidang Dewan Keamanan PBB dengan mengambil contoh seorang mayor dari Indonesia.

Menlu Retno menyampaikan bahwa pasukan penjaga perdamaian PBB atau Korps Baret Briu merupakan contoh nyata mengenai kemitraan global, kepemimpinan kolektif dan tanggung jawab bersama untuk perdamaian.

“Korps Baret Biru (Blue Helments) adalah penjaga perdamaian yang melindungi ratusan juta manusia di seluruh dunia. Mereka adalah wajah Dewan Keamanan PBB, dan salah satu potret kerja sama multilateral yang terbaik,” ungkapny dalam sidang yang mengangkat tema “Menabur Benih Perdamaian: Meningkatkan Keselamatan dan Kinerja Misi Pemeliharaan Perdamaian (MPP) PBB” di Markas PBB di New York, AS, Selasa (7/5/2019).

Menlu menegaskan bahwa Indonesia sangat percaya dengan peran pasukan penjaga perdamaian PBB dan perlunya investasi yang cukup untuk mempersiapkan kinerja dan kemampuan mereka di lapangan.

Foto/Kemlu/Okezone

Oleh karenanya, Menlu Retno menekankan pentingnya pemajuan pelatihan dan peningkatan kapasitas personel untuk meningkatkan kinerja, keberhasilan misi, serta keselamatan dan keamanan personil di lapangan.

Ia juga mengemukakan empat poin penting untuk mewujudkan MPP yang berdaya-guna, yakni memperhatikan kebutuhan spesifik misi, kemampuan berinteraksi dengan komunitas lokal, pemajuan peranan perempuan, “Dan Penguatan pelatihan melalui kemitraan global.”

Ia juga menyebut keberhasilan personel asal Indonesia di MONUSCO, Republik Demokratik Kongo, yang berhasil mengupayakan rekonsiliasi antara komunitas lokal dengan mantan kombatan, sehingga memungkinkan reunifikasi keluarga.

“Mayor Gembong beserta tim-nya dari Indonesia berhasil memfasilitasi reunifikasi 422 mantan kombatan, sehingga semakin memperkuat perdamaian,” ujar Menlu Retno kepada DK PBB.

Foto/Okezone

Debat Terbuka merupakan signature event Presidensi Indonesia pada Dewan Keamanan PBB.

Hadir sebagai pembicara khusus adalah Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, Komandan Pasukan MONUSCO, Letnan Jenderal Elias Rodrigues Martins Filho dan Direktur Challenges Forum International Secretariat, Dr Björn Holmberg.

Penyelenggaraan Debat Terbuka ini tidak terlepas dari rekam jejak Indonesia yang kini berada pada jajaran sepuluh besar negara-negara kontributor MPP PBB.

Saat ini, terdapat 3.080 personel Indonesia di 8 misi perdamaian PBB, 106 di antaranya perempuan.

Upaya Indonesia ini juga bagian dari dukungan atas inisiatif “Action for Peacekeeping” Sekjen PBB.

Indonesia juga menawarkan Pusat Pelatihan Pasukan Perdamaian yang berada di Indonesia untuk dijadikan pusat pelatihan pasukan perdamaian dunia.

Sidang telah mensahkan dokumen berupa Presidential Statement, yang menekankan pentingnya pasukan penjaga keamanan PBB sabagai alat paling efektif untuk menjaga perdamaian dan keamanan internasional.

Pernyataan presiden DK PBB secara khusus membahas aspek pelatihan dan peningkatan kapasitas MPP PBB.

Dokumen tersebut juga memberikan dukungan terhadap upaya Sekjen PBB untuk mereformasi dan membuat pasukan penjaga perdamaian PBB lebih efektif.

Dokumen ini merupakan dokumen DK PBB yang secara khusus mengangkat arti penting pelatihan dan peningkatan kapasitas PKO untuk kesuksesan misi menjaga perdamaian dunia.

Debat terbuka DK PBB dihadiri oleh 59 negara termasuk 15 negara anggota Dewan Keamanan PBB, Troops/Police Contributing Countries atau negara kontributor MPP PBB, negara tuan rumah misi, serta organisasi internasional dan kawasan seperti Uni Afrika.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini