nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wakil Pimpinan Oposisi Venezuela Ditangkap di Caracas

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 09 Mei 2019 13:13 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 09 18 2053496 wakil-pimpinan-oposisi-venezuela-ditangkap-di-caracas-BZK3F2JC90.jpg Ilustrasi.

CARACAS – Dinas intelijen Venezuela telah menahan wakil pemimpin oposisi Juan Guaido, Edgar Zambrano. Pria yang menjabat sebagai wakil presiden Majelis Nasional itu menolak keluar dari mobilnya saat didekati sehingga harus diderek ke penjara.

Penangkapan Zambrano merupakan penangkapan pertama terhadap tokoh oposisi setelah munculnya upaya memicu pemberontakan militer terhadap Presiden Nicolas Maduro yang gagal pekan lalu.

Pemimpin Partai Aksi Demokratik, Carlos Prosperi mengatakan kepada wartawan bahwa ia telah menghadiri pertemuan partai dengan Zambrano di Caracas beberapa saat sebelum ia ditangkap oleh agen-agen dari Dinas Intelijen Bolivarian (Sebin) Venezuela.

"Kendaraan itu dikepung," katanya sebagaimana dilansir BBC, Kamis (9/5/2019). "Mereka (agen Sebin) tidak mengizinkan kami untuk menemuinya. Mereka membawa truk derek dan kendaraannya ditarik pergi."

Dia menambahkan bahwa mereka percaya dia dibawa ke El Helicoide, sebuah penjara terkenal di pusat kota.

"Kami tidak tahu apa-apa tentang kondisi fisiknya dan kami tidak tahu apa yang terjadi di El Helicoide saat ini," kata Prosperi. Guaido melalui Twitter mengatakan bahwa penangkapan tersebut "tidak masuk akal".

Penangkapan itu terjadi sehari setelah Mahkamah Agung Venezuela memerintahkan bahwa Zambrano dan enam wakil Majelis Nasional lainnya didakwa dengan tuduhan makar atas partisipasi mereka dalam pemberontakan militer yang gagal.

"Salah satu konspirator utama kudeta baru saja ditangkap," Diosdado Cabello, kepala Majelis Konstituante pro-Maduro, mengatakan kepada TV pemerintah. "Mereka harus membayar di pengadilan untuk kudeta yang gagal yang telah mereka usahakan."

Pada 1 Mei, para pendukung pro dan anti-pemerintah mengadakan demonstrasi di Caracas yang awalnya damai. Tetapi situasi kemudian berubah panas setelah muncul laporan terdengarnya tembakan di kota itu.

Empat orang tewas dalam bentrokan yang terjadi, termasuk dua remaja, Sementara 46 orang lainnya terluka.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini