BPIP Harap Pemilu Mendatang Adu Program, Bukan Agama

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Kamis 09 Mei 2019 15:17 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 09 605 2053568 bpip-harap-pemilu-mendatang-adu-program-bukan-agama-dULWkM4TkU.jpg Said Aqil Siradj. (Foto : Fadel Prayoga/Okezone)

JAKARTA – Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) meminta semua pihak tak lagi menggunakan isu agama sebagai bahan politik praktis dalam Pemilu.

Anggota Dewan Pengarah BPIP, Said Aqil Siraj, menyayangkan isu agama tersebut dibawa ke dalam politik praktis. Menurut dia, penggunaan isu agama tersebut sangat berbahaya.

"Baru kali ini Pemilu isunya kemarin agama. Ini mudah-mudahan jangan sampai terulang, cukup tahun ini. Ke depan Pemilu adalah adu program, bukan agama, bukan Islam non-Islam, bukan pendukung Islam anti-Islam, enggak ada itu sangat berbahaya," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (9/5/2019).

Said Aqil mengingatkan, penggunan isu SARA tersebut telah terbukti membuat perpecahan di negara-negara timur tengah. Ia pun meminta semua pihak agar tak mempercayai adanya isu yang menyatakan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin anti-Islam.

"Kita luculah. Terus terang saja kalau pasangan Jokowi-Kiai Ma'ruf Amin disebut anti-Islam luculah, masa Kiai Ma'ruf anti-Islam," ujarnya.

Ilustrasi

Ketua Umum PBNU itu meminta semua pihak untuk belajar dari pengalaman penggunaan isu agama dalam pesta demokrasi lima tahunan dari Pilpres 2019.

Said Aqil tak ingin mempersoalnya adanya pihak-pihak yang tak mempercayai perhitungan cepat yang digunakan KPU. Menurut dia, sengketa Pemilu telah ada lembaga yang akan menanganinya yang diatur oleh undang-undang.


Baca Juga : BPIP Usul Kabinet Jokowi-Ma'ruf Diisi Para Profesional

"Ya itu urusan mereka, ada jalurnya, ada Bawaslu, ada MK nanti. Kita cuma sebagai ormas ini yang penting menjaga keutuhan masyarakat," ujarnya.


Baca Juga : Ma'ruf Amin Kunjungi Megawati Sore Ini, Hasto: Bahas Hal-Hal Strategis

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini