nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penganiayaan yang Tewaskan Pelajar di Jagakarsa Berawal dari Saling Ejek di Medsos

Erha Aprili Ramadhoni, Jurnalis · Jum'at 10 Mei 2019 19:35 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 10 338 2054198 penganiayaan-yang-tewaskan-pelajar-di-jagakarsa-berawal-dari-saling-ejek-di-medsos-drKXtyqImE.jpg Ilustrasi (Dok Okezone)

 JAKARTA – Kelima orang terduga geng motor yang menganiaya seorang pelajar AL (16) hingga tewas di Jalan Raya Lenteng Agung Timur, Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, ditangkap tim gabungan Polres Jaksel dan Polsek Jagakarsa. Diketahui, penyerangan itu buntut dari saling ejek di media sosial.

Penyerangan yang terjadi pada Rabu, 8 Mei 2019 malam itu sudah direncanakan oleh para pelaku. Hal itu merupakan buntut saling ejek di media sosial Instagram.

"Iya melalui medsos, live Instagram," kata Kanit Reskrim Polsek Jagakarsa, Iptu Sigit Ari, kepada Okezone, Jumat (10/5/2019).

Diketahui, kejadian ini berawal saat korban AL dan teman-temannya nongkrong di Jalan Raya Lenteng Agung Timur, Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Rabu (8/5/2019) dini hari. Pada sekira pukul 03.00 WIB, datang rombongan motor melintas dari arah Pasar Minggu sekitar 10 motor berboncengan ke arah Depok.

Tiba-tiba rombongan bermotor tersebut turun dan menyerang korban dan teman-temannya yang mengakibatkan korban luka bacok di bagian leher. Dalam kejadian ini, korban AL (16) meninggal dunia.

 Ilustrasi (Shutterstock)

Polisi yang menerima laporan mengenai peristiwa tersebut langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku. Hasilnya, kelima orang yang diduga geng motor yang diamankan. Kelimanya yaitu MN berperan sebagai joki, MA (membawa senjata tajam jenis sabit), X-CEL (joki), FP (joki), dan MS (joki). Diketahui, dari 5 terduga pelaku tersebut masih ada yang berstatus pelajar.

"Terduga 3 orang pelajar," kata Sigit.


Baca Juga : Polisi Tangkap 5 Anggota Geng Motor yang Tewaskan Pelajar di Jagakarsa

Sementara itu,Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Andi Sinjaya Ghalib, mengatakan  terhadap kelima orang tersebut akan dilakukan pemeriksaan sebagai saksi. Sementara bagi mereka yang berstatus di bawah umur, yaitu MN, MA, dan FP pemeriksaannya akan dilakukan pemeriksaan dengan didampingi orangtuanya mengacu pada UU Perlindungan Anak.

"Setelah dilakukan pemeriksaan, akan dilakukan gelar perkara guna menentukan status terhadap kelima orang yang diamankan tersebut di atas," kata Andi mengutip Antaranews.


Baca Juga :  Tolak Bayar Utang, Pria Ini Disiram Air Keras hingga Melepuh

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini