nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BPOM Semarang Bongkar Kasus Peredaran Obat Ilegal Secara Online

Antara, Jurnalis · Jum'at 10 Mei 2019 14:08 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 10 512 2053999 bpom-semarang-bongkar-kasus-peredaran-obat-ilegal-secara-online-2dSuwBnxwk.jpg Ilustrasi Obat-obatan Ilegal (foto: Shutterstock)

SEMARANG - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Semarang mengungkap tiga kasus penjualan obat penenang ilegal.

"Selama Januari hingga Maret ditemukan tiga kasus penjualan obat keras tanpa izin edar yang dijual secara online," kata Kepala Balai BPOM Semarang Safriansyah di Semarang seperti dilansir Antaranews, Jumat (10/5/2019).

Baca Juga: Lakukan Restrukturisasi di Bidang Intelejen, BPOM Siap Berantas Kejahatan Obat dan Makanan 

Dari tiga kasus tersebut, kata dia, diamankan barang bukti sekitar 105 ribu butir obat keras tanpa merek. Dia menjelaskan obat-obatan ilegal tersebut antara lain Aprazolam, Trihexiphenidil, dan Chlorprkmazine yang termasuk golongan obat benzodiazepine, yakni obat yang bekerja dengan menekan saraf pusat.

"Obat-obatan ini menimbulkan efek halusinasi bagi pengonsumsinya, serta dapat pula menyebabkan kecanduan," kata dia.

Di sarana resmi farmasi, lanjut dia, obat-obat ini bisa diperoleh harus dengan resep dokter. Oleh karena itu, tiga tersangka yang dijerat dalam kasus obat-obatan ilegal ini menjual secara daring (online).

Dia menyebut, banyak pengonsumsi obat-obatan ini masih berusia muda. Selain harganya lebih murah dibanding narkotika, kata dia, obat-obatan ilegal ini juga memberikan efek yang sama seperti narkotika.

105 ribu butir obat ilegal senilai Rp218 juta tersebut selanjutnya dimusnahkan dengan menggunakan mesin incinerator.

Baca Juga: BPOM Sidak Pasar, Sejumlah Pedagang Tak Bisa Baca Kedaluwarsa Produk

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini