nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kasus Bunuh Diri di Gunungkidul Meningkat Pesat

Agregasi KR Jogja, Jurnalis · Sabtu 11 Mei 2019 18:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 11 510 2054398 kasus-bunuh-diri-di-gunungkidul-meningkat-pesat-iVnaADg8NG.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

GUNUNGKIDUL - Angka bunuh diri di Kabupaten Gunungkidul selama lima bulan terakhir Januari-Mei 2019 cukup tinggi dibanding tahun sebelumnya. Kepolisian Gunungkidul mencatat terdapat 15 warga nekat mengakhiri hidup (suicide) dan dari jumlah tersebut ditemukan 14 orang tewas dan 1 korban percobaan bunuh diri berhasil diselamatkan.

Perbandingan angka kejadian pada bulan yang sama tahun lalu sebanyak 9 kasus, jumlah tahun ini cukup tinggi. Pada bulan Januari sampai Mei 2019 rata-rata tiap bulan korban bunuh diri mencapai 3 kasus.

“Upaya antisipasi terus kita lakukan agar bunuh diri di Gunungkidul berhasil dicegah,” kata Kapolres Gunungkidul AKBP Ahmad Fuady, Sabtu (11/5/2019).

Data di Kepolisian Gunungkidul mencatat jumlah korban bunuh diri tersebut digolongkan dalam tingkat umur korban terbanyak masih pada kriteria usia antara 70- 90 tahun dan termuda berusia 36 tahun, usia tertua 90 tahun. Sementara penyebab korban nekat mengakhiri hidup untuk usia 70-90 tahun tersebut akibat putus asa lantaran menderita sakit tidak kunjung sembuh, dan terdapat 7 korban karena depresi.

 sd

Korban bunuh diri terakhir menimpa Sugiyanto (80) warga Kecamatan Tepus dan sebelumnya Harjo Wartono (78) warga Kecamatan Patuk, Gunungkidul. “Khusus awal bulan ini ada 1 korban bunuh diri,” imbuhnya.

Berbagai upaya terus dilakukan untuk menekan jumlah korban bunuh diri baik dengan mengoptimalkan Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas) maupun tokoh masyarakat. Diakui bahwa upaya menekan terjadinya bunuh diri bukan mutlak menjadi tanggungjawab kepolisian. Karena itu pihaknya menggalang kerja sama dengan seluruh pihak.

Selain dengan pemerintah kabupaten, kepolisian juga mengajak Tokoh Agama (Toga) dan Tokoh masyarakat (Tomas) untuk mencegah bunuhdiri. Dilihat dari data kejadian setiap tahun jumlah kasus bunuh diri pada tahun lalu juga cukup tinggi. “Berpijak dari data itu upaya mencegah dan mengantisipasi terjadinya kasus bunuh diri terus dilakukan,” terangnya.

Sebagaimana diketahui untuk mengatasi kasus bunuh diri, Pemkab Gunungkidul juga sudah membentuk Satgas penanggulangan bunuh diri. Tetapi tim bentukan Pemkab Gunungkidul ini tampaknya masih belum efektif.

Wabup Gunungkidul Himmawan Wahyudi MH mengajak seluruh warga untuk berperan aktif dalam mengatasi bunuh diri. Antisipasi terhadap seseorang yang berpotensi melakukan bunuh diri harus tetap dilakukan. “Tanpa bantuan masyarakat berbagai upaya pencegahan bunuh diri tidak akan berhasil secara optimal,” terangnya.

 ssd

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini