Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pria Bersorban Ngamuk Dikasih Sumbangan Rp1.000 Akhirnya Minta Maaf

Puteranegara Batubara , Jurnalis-Senin, 13 Mei 2019 |04:31 WIB
Pria Bersorban <i>Ngamuk</i> Dikasih Sumbangan Rp1.000 Akhirnya Minta Maaf
Pria bersorban di Aceh Utara akhirnya minta maaf setelah ngamuk ke kasir Indomaret. (Foto: Instagram @polres.acehutara)
A
A
A

JAKARTA – Media Sosial sempat dihebohkan adanya insiden sejumlah massa yang mengamuk saat mendatangi minimarket Indomaret di Aceh Utara lantaran tidak terima diberikan sumbangan Rp1.000.

Setelah viral dan mendapat pandangan negatif di dunia maya. Ketua remaja Masjid Al Khalifah Ibrahim Matangkuli, Aceh Utara, Jafar Quba, meminta maaf kepada Manajemen Indomaret dan seluruh masyarakat Indonesia.

(Baca juga: Viral Massa Geruduk Kasir Indomaret karena Dikasih Sumbangan Rp1.000)

Hal itu disampaikan Jafar, seperti dilihat Okezone, Senin (13/5/2019) malam, dalam sebuah video permintaan maaf yang diunggah dalam akun Instagram Polres Aceh Utara.

View this post on Instagram

Dimediasi Polisi, Kasus Marah-Marah di Indomaret Karena Sumbangan Rp.1000 Berakhir Damai LHOKSUKON – Kepolisian Resor Aceh Utara bersama jajarannya Polsek Matangkuli, melakukan mediasi antara Kepala Indomaret Cabang Medan dengan Jafar Quba, Ketua Remaja Masjid Al Khalifah Ibrahim, Matangkuli, Aceh Utara Minggu (12/5/2019) sore. Mediasi yang dilakukan terkait peristiwa permintaan sumbangan yang kemudian viral di media sosial. Saat itu, Jafar Quba marah ketika diberi Rp 1.000 oleh karyawan Indomaret. Mereka mengaku meminta sumbangan untuk diberikan kepada umat Muslim di Palestina. Sementara satu orang lainnya, yakni Muhammadiyah yang terekam dalam video ikut marah-marah dan membanting barang di indomaret juga hadir dalam mediasi tersebut. Dalam surat perjanjian damai yang dibuat belah pihak bertandatangan di atas materai Rp 6.000, Jafar Quba dan Muhammadiyah meminta maaf atas peristiwa tersebut. “Kami meminta maaf, ini murni kesalahpahaman dan kita sepakat menyelesaiakannya secara kekeluargaan dan berdamai,” kata Jafar. Sementara itu, Kapolsek Matangkuli, Aceh Utara, Iptu Sudiya Karya, menyatakan, kedua belah pihak sepakat tidak membawa masalah itu ke ranah hukum. “Pihak Indomaret diwakili kepala cabang Medan saudara Muhammad Lukman juga hadir. Kita sepakat berdamai dengan begitu kasus ini ditutup,” kata Kapolsek. ___________________________________ Berakhir Damai ya sobat polri... @divisihumaspolri @multimedia.humaspolri #damaiituindah #cintadamai #divisihumaspolri #multimediahumaspolri #bidhumaspoldaacehupdate #polisihumanis #viral

A post shared by Polres Aceh Utara (@polres.acehutara) on

"Saya Jafar sebelumnya mohon maaf semua pihak atas video viral. Hari ini 12 Mei, kami bersama Manajemen Indomaret sudah bertemu dan musyawarah bahwa kejadian di Indomaret adalah murni kesalahpahamam," kata Jafar dalam video itu.

(Baca juga: )

Jafar menyatakan hasil musyawarah itu telah menghasilkan penyelesaian secara damai dan kekeluargaan. Dia pun meminta maaf atas kekhilafannya kepada seluruh masyarakat.

"Kami sepakat ini diselesaikan secara kekeluargaan. Sekali lagi saya mohon maaf sebesar-besarnya," ucap Jafar.

Di akhir tayangan video, Jafar dan perwakilan Manajemen Indomaret langsung berpelukan, bersalaman, dan salam komando sebagai simbol bahwa masalah tersebut sudah diselesaikan secara baik.

(Hantoro)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement