nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rutan Siak Ricuh, DPR Minta Kinerja Dirjen PAS Dievaluasi

Muhamad Rizky, Jurnalis · Senin 13 Mei 2019 17:23 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 13 340 2055141 rutan-siak-ricuh-dpr-minta-kinerja-dirjen-pas-dievaluasi-U0TVFQTdmU.jpg Rutan Siak pasca-kerusuhan (Foto: Ist)

JAKARTA - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Hamonangan Laoly harus mengambil langkah strategis dalam mengelola lembaga pemasyarakatan (lapas). Ia harus mengevaluasi kinerja Dirjen PAS menyusul kerap terjadinya gesekan-gesekan antara sipir dengan narapidana.

Menurut Anggota Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni, kinerja Dirjen PAS kurang mumpuni mengelola lapas sesuai filosofinya membina, bukan sebaliknya menghukum para narapidana. Jangan sampai menimbulkan stigma kalau Kemenkumham pelanggar HAM bagi para narapidana.

Pandangan tersebut diutarakannya setelah mencermati fenomena kekerasan antara sipir dan narapidana di lapas maupun rutan. Di antaranya, yang di Lapas Nusakambangan dan Rutan Siak. 

(Baca Juga: Pasca-Rusuh, Tersisa 9 Napi Rutan Siak yang Belum Tertangkap)

Sanksi pidana yang sudah diberikan kepada narapidana lewat putusan pengadilan, menurutnya, adalah hukuman yang tidak perlu ditambah oleh perilaku-perilaku sipir yang arogan di dalam lapas.

“Kekerasan dan tindakan sewenang-wenang jelas tidak dibenarkan baik oleh norma hukum maupun norma sosial kita. Jangan tambahi hukuman mereka (narapidana) dengan perilaku arogan,” ujarnya dalam keterangannya, Senin (13/5/2019).

Rutan Siak terbakar

Sahroni menekankan, agar Kemenkumham seharusnya menjaga setiap individu di jajarannya dengan tidak bertindak sebagai pelaku pelanggar HAM. Hal itu berkaitan dengan kapabilitas dan kompetensi Dirjen PAS yang mengemban tanggung jawab mengelola lapas secara profesional dan manusiawi.

Apalagi, Dirjen PAS Sri Puguh Utami telah berjanji akan merevitalisasi lapas menjadi lebih profesional. Insiden kericuhan Rutan Siak, Riau, kata Sahroni, menjadi contoh buruknya kinerja Dirjen PAS.

Ia menilai kebakaran di Rutan Siak dipicu perlawanan para tahanan terhadap sipir saat melakukan razia narkoba di dalam rutan. Namun, ia menegaskan, agar konflik yang terjadi di lapas tidak melulu menitikberatkan kesalahan kepada sipir atau kalapas.

(Baca Juga: Dapat 265 Napi Titipan dari Siak, Karutan Sialang Bungkuk: Kami Sangat Over Kapasitas)

Gedung DPR

Perlu juga untuk mencermati kemampuan manajerial pemimpinnya, yakni Dirjen PAS. “Saya melihat ada yang salah dengan kepemimpinan. Setelah Lapas Nusa Kambangan, tak lama berselang muncul di Rutan Siak,” tuturnya.

Sahroni menambahkan, razia narkoba juga sebenarnya tak perlu dilakukan kalau memang pejabat dan sipir mampu mengawasi dan menjadi wilayah yang dijaganya bebas dari narkoba. Namun, kenyataannya lapas malah justru jadi pengendali peredaran narkoba.

Bahkan, ada dugaan pembiaran oleh oknum lapas. "Simbiosis mutualis terbangun harmonis. Beberapa kasus membuktikan fenomena tersebut,” ujarnya.

(Ari)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini