KUALA LUMPUR – Kepolisian Diraja Malaysia pada Senin mengatakan telah menangkap empat militan yang berhubungan dengan kelompok Negara Islam (ISIS) yang memiliki bahan peledak dan berencana melakukan serangan terhadap tempat ibadah non-Muslim.
Keempat tersangka terdiri dari seorang warga negara Malaysia, yang merupakan pemimpin kelompok itu, dua warga etnis Rohingya dari Myanmar dan seorang warga negara Indonesia. Mereka ditahan dalam penggerebekan pekan lalu di sekitar Kuala Lumpur dan Negara Bagian Trengganu.
Kepala polisi nasional Malaysia Abdul Hamid Bador menggambarkan para tersangka sebagai "sel Negara Islam" dan mengatakan mereka berencana untuk "membunuh orang-orang terkenal dan menyerang tempat-tempat ibadah Hindu, Kristen dan Budha di Malaysia."
Diwartakan The Defense Post, polisi menyita enam bom, sepucuk pistol dan 15 butir peluru dalam penggerebekan pekan lalu. Polisi mengatakan bahwa serangan yang direncanakan itu adalahuntuk membalas kematian seorang pemadam kebakaran Muslim dalam kerusuhan di sebuah kuil India di luar Kuala Lumpur tahun lalu.
Polisi masih memburu tiga orang anggota sel teroris yang diduga merencanakan penyerangan terhadap kanal hiburan itu.
Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Kementerian Luar Negeri RI membenarkan terjadinya penangkapan terhadap seorang diduga WNI yang diduga memiliki kaitan dengan ISIS di Malaysia.
Direktur PWNI-BHI, Lalu Muhammad Iqbal mengatakan bahwa Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur telah meminta akses kekonsuleran kepada Polisi Diraja Malaysia untuk memverifikasi dokumen kewarganegaraan diduga WNI yang tidak disebutkan namanya itu.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.