nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Motif Pria Asal Cirebon Membuat Video Provokasi Adu Domba TNI-Polri

Fathnur Rohman, Jurnalis · Selasa 14 Mei 2019 02:14 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 14 525 2055299 ini-motif-pria-asal-cirebon-membuat-video-provokasi-adu-domba-tni-polri-kyB6183M7g.jpeg Ilustrasi Ujaran Kebencian atau Hate Speech (foto: Ist)

CIREBON - Pria asal Cirebon berinisial IAS diketahui membuat dan mengunggah video yang mengandung unsur mengadu domba instansi TNI-Polri, serta berita bohong tentang tanggal 22 Mei sebagai hari lahir PKI, didasari atas inisiatif sendiri.

Hal tersebut diungkapkan langsung, oleh Kuasa Hukum IAS, Ibrahim Kadir Tuasamu, saat mendampingi IAS yang akan digiring ke Polda Jabar, pada Senin (13/5/2019) malam.

Baca Juga: Polisi Masih Selidiki Motif Penyebaran Video Adu Domba TNI-Polri 

"Ini inisiatif sendiri dari beliau. Sebenarnya tidak ada alasan apa-apa, beliau mungkin merasa emosionalnya atau beliau merasa semangat sebagai salah satu tim 02. Jadi tentu beliau akan bersemangat," ucap Ibrahim.

 

Dirinya menjelaskan, sebagai seorang kiyai dan ustaz, IAS menginginkan negara ini dipimpin oleh pemimpin yang akhlakul karimah. Menurutnya, apa yang disampaikan IAS tersebut memang wajar, mengingat IAS adalah seorang kiyai.

"Kalau kata orang Cirebon, sampaikanlah kepadamu walau satu ayat," sambungnya.

Disampaikannya, jika IAS merasa menyesal dan meminta maaf karena sudah membuat video tersebut. Ia menuturkan, kalau kliennya itu akan bertanggung jawab. Ibrahim mengaku, karena IAS merupakan salah satu tim sukses dan relawan dari tim 02, ia akan meminta bantuan dari Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi di Jakarta.

Baca Juga: Pria Cirebon Pembuat Video yang Adu Domba TNI-Polri Akhirnya Digiring Ke Polda Jabar 

Sementara itu, Kapolres Cirebon AKBP Suhermanto melalui Kasat Reskrim Polres Cirebon AKP Joni mengatakan, bahwa berkas perkara dari kasus IAS sudah lengkap dan akan dilimpahkan ke Polda Jabar.

"Dalam kasus ujaran kebencian dan provokasi ini, bersama tim siber Polda Jabar, penanganan dilimpahkan ke Polda Jabar," ujar Joni.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini