Fadli Zon Dorong Pembentukan TGPF Meninggalnya Petugas Pemilu

Antara, Jurnalis · Selasa 14 Mei 2019 19:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 14 605 2055583 fadli-zon-dorong-pembentukan-tgpf-meninggalnya-petugas-pemilu-MeIrQXyFy6.jpg Wakil Ketua DPR Fadli Zon (Foto: Okezone)

JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengusulkan dibentuknya Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) terkait meninggalnya ratusan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Pemilu 2019.

"Perlu ada semacam Tim Gabungan Pencari Fakta karena ini menyangkut nyawa manusia, satu orang nyawa saja sangat serius apalagi sampai 600 orang," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Jakarta seperti dikutip Antaranews, Selasa (14/5/2019).

Hal itu dikatakannya usai menerima Relawan 02 untuk 574 Korban Pemilu, di Kompleks Parlemen. Fadli menilai kalau TGPF itu tidak dibentuk, orang akan bertanya-tanya dan terus menjadi pertanyaan apa yang sebenarnya terjadi karena secara kasuistik, mereka ada yang muntah darah.

(Baca Juga: Gerindra Singgung "Buto Ijo" di Lingkaran Jokowi dan SBY)

Menurut dia, apa yang sebenarnya terjadi harus diinvestigasi, apakah karena kelelahan, keracunan, atau ada hal lain karena banyak spekulasi penyebab meninggalnya penyelenggara pemilu tersebut.

"Spekulasi penyebab kematian sampai hal yang gaib seperti terkena santet. Ini realitas perbincangan di tengah masyarakat, tidak bisa dianggap enteng," ujarnya.

Menurut dia, saat ini semakin banyak aspirasi masyarakat yang menyampaikn terkait banyaknya penyelenggara pemilu yang meninggal dan sakit.

Ilustrasi

Fadli mengatakan, untuk menyelesaikan hal itu, dirinya mengusulkan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) ataupun Panitia Kerja (Panja) di DPR RI.

"Saya kira Pansus lebih kuat untuk menginvestigasi, ini diperlukan dan sangat penting untuk nanti hasilnya bisa mengevaluasi apa yang sesungguhnya terjadi jika tidak ada spekulasi kecuali ada temuan yang di luar dugaan," katanya.

(Baca Juga: BPN: Polisi Terlalu Gampang Tangkapi Pendukung Prabowo-Sandi)

Dia menilai jumlah KPPS yang meninggal mendekati angka 600 jiwa menjadi kejadian luar biasa sehingga harus direspons cepat oleh pemerintah.

Fadli mempertanyakan sikap pemerintah yang belum merespon kejadian tersebut secara proporsional karena seharusnya pemerintah yang paling perhatian terkait persoalan tersebut.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini