nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Austria Wanti-Wanti Warganet Jauhi Tantangan Mencium Sapi yang Viral

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 17 Mei 2019 21:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 17 18 2057089 austria-wanti-wanti-warganet-jauhi-tantangan-mencium-sapi-yang-viral-x5snUpsUql.jpg Foto: Reuters.

WINA – Pemerintah Austria pada Kamis mewanti-wanti warganet untuk menjauhi tantangan mencium sapi yang beredar di daring, dan menyebutnya sebagai “gangguan yang berbahaya”. Peringatan itu muncul untuk mengatasi dampak yang mungkin muncul dari tantangan yang tengah populer di jejaring tersebut.

Sebuah aplikasi dari Swiss bernama Castl pada Rabu meluncurkan #KuhKussChallenge (Cow Kiss Challenge) atau tantangan untuk mencium sapi. Seperti namanya, tantangan itu mendorong pengguna di Swiss dan negara-negara berbahasa Jerman lainnya untuk mencium sapi - "dengan atau tanpa lidah" - demi mengumpulkan uang untuk keperluan amal.

Namun dalam sebuah pernyataan pada Kamis, Menteri Pertanian Austria Elisabeth Koestinger menyebut tantangan itu "gangguan berbahaya".

"Peternakan dan padang rumput bukanlah kebun untuk mengelus binatang - tindakan seperti ini dapat memiliki konsekuensi serius," tambah Koestinger sebagaimana diwartakan AFP, Jumat (17/5/2019). Dia mengatakan bahwa sapi bisa menjadi agresif ketika mempertahankan anak-anak mereka.

Menyeimbangkan kegiatan pariwisata dan peternak adalah topik sensitif di daerah pegunungan Austria, dengan keduanya menjadi pilar utama perekonomian daerah.

Pada Februari, sebuah pengadilan di wilayah Tyrol menimbulkan keributan setelah memerintahkan seorang petani untuk membayar € 490.000 (sekira Rp7,9 miliar) sebagai kompensasi kepada duda dari seorang wanita yang diinjak-injak sampai mati oleh kawanan sapi pada 2014.

Petani itu mengajukan banding terhadap vonis tersebut dan mendapat dukungan dari federasi petani Austria, yang telah memperingatkan bahwa vonis itu akan menjadi "akhir dari padang rumput gunung kami" jika vonis dibiarkan ditegakkan.

Pemerintah telah berusaha mencegah insiden semacam itu dengan menerbitkan "kode etik" untuk pendaki dan pejalan kaki gunung, menyarankan mereka untuk menghindari kawanan sapi sedapat mungkin.

"Tindakan seperti tantangan ini terjadi dalam upaya kami untuk mempromosikan koeksistensi di padang rumput. Saya benar-benar tidak bisa memahaminya," kata Koestinger.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini