nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Alumni UI Tandatangan Petisi Dukung Ani Hasibuan

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Jum'at 17 Mei 2019 15:23 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 17 337 2057004 alumni-ui-tandatangan-petisi-dukung-ani-hasibuan-eF1FDeuQOj.jpg Alumni UI tandatangan petisi dukung Ani Hasibuan (Foto: Fakhrizal Fakhri)

JAKARTA - Ikatan Keluarga Besar Alumni Universitas Indonesia (UI) menandatangani petisi untuk mendukung dokter Ani Hasibuan yang akan diperiksa polisi terkait pernyataannya dalam sebuah media yang menyebut adanya 'Pembantaian Pemilu, Gugurnya 573 KPPS Ditemukan Senyawa Kimia Massal'.

Koordinator Alumni UI Hidayat Matnoer mengatakan, dukungan yang diberikannya kepada Ani Hasibuan lantaran dokter lulusan UI menyampaikan kebebasan akademik dan intelektual sesuai dengan profesinya.

"Kepandaian beliau sebagai seorang yang berprofesi dokter memberikan analisis-analisisnya dan oleh kemudian analisis pemikiran pendapat itu dilarang kemudian dikriminalisasi itu menurut kami adalah kemunduran demokrasi dan kami melawannya," kata Hidayat di ARH UI Salemba, Jakarta, Jumat (17/5/2019).

(Baca Juga: Ani Hasibuan Akan Gugat Media terkait Berita Ratusan KPPS Meninggal

Puluhan alumni UI dari berbagai fakultas berkumpul dan menandatangani petisi untuk mendukung Ani Hasibuan tersebut.

Alumni UI 

Menurut Hidayat, para alumni itu tidak terima bila kebebasan demokrasi yang memperbolehkan menyampaikan pendapat justru mengkriminalisasi dokter Ani Hasibuan yang merupakan alumnus dari UI.

"Kami akan melawannya," ujarnya.

Ia melanjutkan, Keluarga Besar Alumni UI juga mengimbau agar aparat penegak hukum bertindak rasional dalam kasus Ani Hasibuan. Ia menilai, pemeriksaan terhadap Ani Hasibuan itu merupakan bagian dari kriminalisasi terhadap aktivis intelektual Indonesia.

"Tapi apabila aparat keamanan dan penguasa tidak mengindahkan saran kami. UI adalah kampus perjuangan rakyat 98 kami telah membuktikan. Bisa jadi tahun 2019 ini akan kami mulai lagi bagiamana perjuangan dan perlawanan rakyat dijalanan," katanya.

(Baca Juga: Data Terbaru KPU: 486 Petugas KPPS Meninggal & 4.849 Lainnya Sakit

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini