nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Prihatin Aksi Gangster Pelajar, Kak Seto Ingatkan Peran Orangtua dan Lingkungan

Wijayakusuma, Jurnalis · Senin 20 Mei 2019 04:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 20 338 2057712 prihatin-aksi-gangster-pelajar-kak-seto-ingatkan-peran-orangtua-dan-lingkungan-5FCWOWi7Qu.jpg Pelaku begal (foto: Okezone)

BEKASI - Aksi keji kawanan gangster yang pelakunya rata-rata masih di bawah umur, kian marak terjadi di sejumlah daerah. Jumlah korbannya pun terbilang sudah cukup banyak. Hal ini jelas sangat meresahkan masyarakat, terutama mereka yang kerap beraktivitas di malam hari.

Menanggapi kondisi tersebut, pemerhati anak, Seto Mulyadi, mengatakan aksi gangster yang melibatkan para pelajar, sudah semakin mengkhawatirkan. Para pelajar yang kebanyakan bahkan masih duduk di bangku SMP, dengan leluasa membawa berbagai senjata tajam untuk melakukan tindak penganiayaan kepada para korbannya.

"Aksi gangster ini semakin memprihatinkan dan patut untuk kita waspadai bersama. Dalam hal ini orangtua dan lingkungan harus lebih berperan dalam mengendalikan emosional anak, agar tidak mudah terpengaruh dan ikut-ikutan dengan aksi ini," kata pria yang akrab disapa Kak Seto itu di Bekasi, Minggu (19/5/2019).

 (Baca juga: Marak Gangster saat Ramadan, Kriminolog: Perilaku Menyimpang untuk Gaya-gayaan)

Menurutnya, pembentukan seksi perlindungan anak di setiap RT/RW sangat penting dalam membantu membentuk kepribadian anak yang cenderung masih labil. Ia juga mengimbau pembentukan Satgas Anak seperti yang sudah berlaku di tiga daerah, Tangerang Selatan, Kabupaten Banyuwangi dan Bengkulu Utara.

"Namun jika sudah terlanjur, maka pihak kepolisian wajib menindak tentunya dengan menggunakan peradilan anak, sesuai dengan peraturan perundangan anak," ujarnya.

 Begal motor

Sebelumnya sebuah video amatir yang beredar menunjukkan sejumlah pelajar SMP di Bekasi yang terciduk petugas kepolisian. Para gangster remaja ini diketahui selalu menjalankan aksinya pada malam hari dengan berkeliling mengendarai sepeda motor, sambil membawa senjata tajam yang kini dijadikan barang bukti oleh petugas.

 (Baca juga: Tusuk Remaja yang Ketinggalan Rombongan SOTR, 4 Anggota Gangster Digelandang ke Polres Jaksel)

Sementara itu, Polres Metro Bekasi Kota juga meringkus salah seorang kawanan gangster yang melakukan tindak kekerasan pada MR (21). Kasus ini telah dilaporkan dengan nomor K/1.208/K/V/2019/SPKT/ restro Bks Kota. Pelaku SAP (20) diduga telah menganiaya korban dengan menggunakan senjata tajam, Minggu dini hari. Penganiayaan dilakukan di depan terminal Damri Kayuringin, Bekasi Selatan.

Awalnya korban bersama 20 orang rekannya, menggunakan 12 sepeda motor untuk bersilaturahmi ke kediaman seorang kerabat, di wilayah Rawa Bebek. Usai berkunjung, korban dan rombongan pulang melewati Kayuringin.

Sesampainya di lokasi, mereka berpapasan dengan massa sekitar 30 orang yang membawa senjata tajam dan mengancam hingga salah satu rekannya berinisial M terjatuh dari motor. M lalu berlari dan melihat pelaku membacok korban tanpa alasan jelas. Dengan tubuh bersimbah darah, korban dilarikan ke rumah sakit oleh rekannya untuk mendapatkan pertolongan.

Kejadian ini kemudian dilaporkan M ke pihak berwajib. Dengan cepat polisi mengamankan 20 pelaku yang saat itu berada di lokasi kejadian. Dari keseluruhan pelaku, polisi menetapkan satu tersangka, SAP yang melakukan pembacokan terhadap korban.

"Iya sudah ada laporan terkait aksi pembacokan ini dan kita sudah tetapkan satu tersangka dengan inisial SAP," kata Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing Andari.

Sebagai barang bukti, polisi mengamankan sebuah celurit, pakaian korban dan pelaku serta ponsel.

"Tersangka kita jerat Pasal 170 KUHP dengan korban luka berat," tutupnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini