Menurut Tri, dari awal Demokrat terpaksa ikut koalisi BPN karena tidak bisa masuk koalisi Tim Kampanye Nasional Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin. Ditambah lagi, BPN menolak Kogasma Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi calon Wakil Presiden Prabowo.
"Kecewa berat karena AHY tergusur oleh Sandi Uno. Makin kecewa karena hasil pilegnya turun. Karena itu, ya wajar saja kalau cari alasan untuk pindah perahu. Siapa tahu dapat jatah di koalisi Jokowi. Sampai alasannya lebay," tutur Tri.
Baca Juga : Ferdinand Hutahean: Saya Berhenti Dukung Prabowo-Sandi
Dalam hal ini, Tri menyatakan, sebaiknya Demokrat lebih terbuka dan terus terang apabila tidak nyaman di BPN. Selain itu, kata Tri, lakukan komunikasi politik apabila akhirnya berlabuh di koalisi Jokowi.