nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sikapi Aksi Massa ke Jakarta, Ketum Muhammadiyah: Tidak Perlu, Ini Ramadan

Kuntadi, Jurnalis · Selasa 21 Mei 2019 11:44 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 21 337 2058335 sikapi-aksi-massa-ke-jakarta-ketum-muhammadiyah-tidak-perlu-ini-ramadan-iAoMBI5I2e.jpg Ketum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir (Foto: Okezone)

YOGYAKARTA - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir minta masyarakat untuk bisa menghormati keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait hasil pemilu dan pilpres 2019. Masyarakat tidak perlu melakukan aksi di Jakarta namun bisa menyuarakan aspirasi di daerah.

“Tidak perlu berangkat ke Jakarta. Apalagi ini Ramadan,” jelas Haedar usai bertemu dengan Gubernur DIY Sultan Hamengkubuwono X di Kepatihan, Yogyakarta, Selasa (21/5/2019).

Haedar juga mengingatkan kepada para pejabat Negara dan juga tokok politik untuk menjaga suasana damai dan kondusif. Mereka tidak perlu membuat pernyataa yang bisa memancing suasana panas.

Ketum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir

“Pejabat Negara juga harus menahan diri dan tidak membikin pernyataan yang memancing suasana panas,” tandasnya.

Haedar mengajak kepada umat Islam untuk menjadikan bulan Ramadan untuk refleksikan diri. Salah satunya untuk menahan dari hal-hal yang bisa merusak nilai-nilai puasa. Jika memang akan melakukan aksi dan menyuarakan aspirasi agar mengedepankan kemaslahatan bangsa dan Negara. Aspirasi tetap harus dengan keadaban dan mendasarkan pada konstitusi.

(Baca Juga: Ditanya soal Gerakan People Power, Jokowi: Jangan Aneh-Aneh!)

“Rakyat berpuasa dari berbagai langkah, ucapan dan ujaran. Pejabat juga puasa ucapan, langkah dan pernyataan,” jelasnya.

Jika semuanya bisa menahan diri, Insyaaalah bagi yang mendapatkan mandat akan lebih nyaman menunaikan tugas untuk bangsa. Begitu juga yang belum terima akan legowo dan akan berbakti untuk bangsa dan Negara.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini