Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pelaku Penembakan Masjid Christchurch Dituntut dengan Tuduhan Terorisme

Rahman Asmardika , Jurnalis-Rabu, 22 Mei 2019 |11:59 WIB
Pelaku Penembakan Masjid Christchurch Dituntut dengan Tuduhan Terorisme
Foto: NZHerald.
A
A
A

WELLINGTON – Pria yang dituduh membunuh 51 orang di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru telah dituntut atas tindakan terorisme. Dalam pernyataannya, polisi mengatakan bahwa Brenton Tarrant didakwa atas tuduhan “terlibat dalam aksi terorisme”.

Tarrant sebelumnya telah menghadapi 50 tuntutan pembunuhan dan 40 tuntutan percobaan pembunuhan menyusul penembakan di dua masjid di Christchurch pada 15 Maret. Pria berkewarganegaraan Australia itu akan kembali disidangkan pada Juni.

Pria berusia 29 itu menjadi orang pertama di Selandia Baru yang dituntut dengan tuduhan terorisme di bawah undang-undang tersebut.

Polisi Selandia Baru mengatakan bahwa mereka berkonsultasi dengan pakar hukum dan jaksa penuntut sebelum memutuskan untuk menjatuhkan tuntutan tambahan. Mereka juga telah menemui keluarga korban dan orang-orang yang selamat lainnya untuk memberi tahu mereka tentang tuntutan itu sebelum diumumkan.

Setelah insiden yang mengguncang Selandia Baru itu, Perdana Menteri Jacinda Ardern mengambil inisiatif memimpin sebuah upaya untuk mendorong pemerintah dan perusahaan teknologi memperbaiki usaha mereka dalam menangkal konten-konten ekstremisme di daring.

Upaya yang disebut sebagai " Christchurch Call" itu diluncurkan sebagai tanggapan atas tindakan tersangka yang menyiarkan langsung serangannya ke masjid di Christchurch. Video itu bahkan telah ditonton ribuan kali.

Inisiatif itu telah didukung oleh Australia, Jerman, India dan Swedia, serta raksasa teknologi Facebook, Amazon, Google, Twitter dan Microsoft. Namun, Amerika Serikat menolak untuk berpartisipasi.

(Rahman Asmardika)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement