JAKARTA - Kepala Bagian Umum dan Pemasaran Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan, Reggy S Sobari mengatakan, korban bentrok antara massa dengan polisi di sekitar Tanah Abang, Jalan Thamrin dan Petamburan, Jakarta Pusat beberapa mengalami luka akibat peluru karet.
"Ada beberapa korban yang membawa peluru karet itu saat dibawa ke RSUD Tarakan. Ada beberapa yang kami bantu mengeluarkan peluru karet itu dari tubuhnya," kata Reggy saat ditemui di RSUD Tarakan, Jakarta, Rabu (22/5/2019) seperti dilansir Antara.
Reggy mengatakan, tidak ada korban yang terluka akibat peluru tajam. Beberapa korban yang sudah diperbolehkan pulang, malah meminta proyektil peluru karet yang mengenai tubuhnya untuk dibawa.

Ketika ditanya apakah penyebab dua korban meninggal di RSUD Tarakan, Reggy tidak bisa memastikan karena keluarga menolak untuk dilakukan autopsi. Penyebab kematian sebenarnya bisa diketahui dari autopsi.
"Korban meninggal mengalami luka berupa lubang berbentuk bulat. Apakah luka itu yang menyebabkan meninggal, kami tidak bisa memastikan," tuturnya.