JAKARTA - Sebanyak 14 anggota polisi mengalami luka saat melakukan pengamanan aksi yang berujung rusuh pada 22 Mei di Jakarta kemarin. Mereka rata-rata mengalami luka karena terkena lemparan benda dari para pendemo.
"Di Jakarta ada 14 anggota. Sebagian besar luka kena lemparan," kata Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo di kantornya, Kamis (23/5/2019).
Selain di Jakarta, Dedi menuturkan ada beberapa kejadian di wilayah lain yang membuat anggota menjadi korban. Di Pontianak, ada empat anggota terluka akibat lemparan batu dan senjata api rakitan. Dalam kejadian di Pontianak, dua pos lalu lintas dibakar oleh orang tak dikenal.
"Di wilayah Kalbar, Pontianak ada pembakaran dan pengrusakan dua pos lalu lintas. Sudah berhasil diamankan 38 hari pertama sedang dimintai keterangan. Hari ini tambahan lagi 18 yang diamankan," ujar Dedi.
Selain aparat kepolisian, dalam peristiwa ini ada satu anggota dari Danramil juga mengalami luka. Kejadian di wilayah lain yang memakan korban luka anggota adalah di wilayah Jawa Timur. Ada dua anggita terluka akibat kasus pembakaran Polsek Sampang.

"Total jadinya ada 20 anggota yang alami luka di kejadian seluruh wilayah pada 21 dan 22 Mei," ucap Dedi.
Peristiwa di wilayah lainnya yang terjadi yaitu di Sumatera Utara. Sebuah kendaraan roda empat mengalami pengerusakan. Di Papua, sebuah kantor polisi juga dibakar oleh warga sekitar.
Meski begitu, Dedi menuturkan kondisi keamanan nasional pada hari ini berjalan kondusif. Khusus di Jakarta, tidak ada kegiatan elemen masyarakat turun ke jalan atau unjuk rasa.
"Kemudian juga untuk depan kantor Bawaslu juga arus lalin sudah mulai dibuka namun masih terbatas," ucapnya.
(Rizka Diputra)