nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pasca-Aksi 21-22 Mei, PBNU: Mari Rajut Kembali Persatuan & Kesatuan Bangsa

Fadel Prayoga, Jurnalis · Kamis 23 Mei 2019 18:41 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 23 337 2059617 pasca-aksi-21-22-mei-pbnu-mari-rajut-kembali-persatuan-kesatuan-bangsa-abxEeaOh21.jpg Ketua PBNU, Robikin Emhas (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Robikin Emhas mengimbau umat Islam untuk menjadikan bulan Ramadan sebagai bulan suci yang tidak boleh dikotori dan dinodai oleh tindakan-tindakan anarkis yang dapat mengganggu ketentraman dan ketenangan orang lain untuk bekerja dan beribadah.

Menurutnya, di sepertiga terakhir bulan Ramadan umat Islam sejatinya memperbanyak zikir, tafakkur dan doa untuk keselamatan bangsa dan negara. Pihaknya juga menyeru kepada semua pihak untuk tunduk terhadap mekanisme konstitusional atas ketidakpuasan terhadap hasil Pemilu 2019.

"Menyerukan seluruh komponen bangsa untuk islah, merajut kembali persatuan dan kesatuan bangsa dan menghindari sikap yang dapat memperpanjang polarisasi (perkubuhan) dan segregasi (perpecahan)," kata dia dalam keterangan tertulisnya kepada Okezone di Jakarta, Kamis (23/5/2019).

Bentrok Massa Aksi 22 Mei

Pihaknya juga menyeru kepada kepada aparat kepolisian dan aparat negara lainnya untuk bertindak dalam koridor hukum sesuai perundang-undangan yang berlaku dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

"Aparat kepolisian perlu bertindak tegas terhadap para perusuh dan pembuat onar demi menjaga ketentraman dan ketenangan bulan Ramadan," ujarnya.

Selain itu, dirinya juga mendorong terselenggaranya halalbihalal nasional guna merajut kembali tali ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini