nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pedagang Asal Tangsel Tewas saat Aksi 22 Mei, Airin: Ajal Kita Tidak Pernah Tahu

Hambali, Jurnalis · Sabtu 25 Mei 2019 15:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 25 337 2060291 pedagang-asal-tangsel-tewas-saat-aksi-22-mei-airin-ajal-kita-tidak-pernah-tahu-tx10wD6idN.jpg Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany (Foto: Hambali/Okezone)

TANGERANG SELATAN - Sandro (30), menjadi salah satu korban tewas dalam peristiwa kerusuhan 22 Mei 2019 di Tanah Abang, Jakarta Pusat. Dia sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum (RSU) Tarakan sekira pukul 11.52 WIB, meskipun akhirnya dinyatakan meninggal dunia, pada Kamis 23 Mei 2019 sekira pukul 03.41 WIB.

Belakangan diketahui, almarhum Sandro tinggal di Kampung Serpong, RT05/RW02, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel). Saat kerusuhan terjadi, tak ada yang mengetahui pasti mengapa pria asal Jambi tersebut menjadi korban.

Baca Juga: Pelajar SMK Meninggal dalam Aksi 22 Mei, Sang Ayah: Mungkin Ini Jalan Allah SWT 

Diduga, tewasnya Sandro akibat mengalami luka tembak di bagian dada. Padahal menurut keterangan pihak keluarga, jika Sandro adalah korban salah sasaran karena kesehariannya merupakan pedagang di pasar Tanah Abang.

"Dia sudah 10 tahun berdagang di sana. Baru Kamis sore dianter jenazahnya ke sini, terus langsung dibawa ke Jambi. Ada bekas luka tembak di bagian dada," terang Memeh (60), ibu mertua Sandro ditemui di kediamannya yang bersebelahan dengan kontrakan korban, Sabtu (25/5/2019).

Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany (foto: Hambali/Okezone)	 

Tewasnya Sandro menjadi kabar duka mendalam bagi keluarga. Setelah disalatkan, jenazahnya langsung dibawa ke Jambi didampingi istri dan kedua anaknya. Almarhum Sandro sendiri meninggalkan seorang istri bernama Rahma (25) dan dua orang anaknya yang masing-masing berusia 7 dan 4 tahun.

Mengetahui ada warganya yang tewas dalam kerusuhan 22 Mei, Wali Kota Airin Rachmi Diany angkat bicara. Dia telah memerintahkan jajarannya untuk mengecek ke rumah duka. Di sana rupanya diperoleh informasi, bahwa jenazah Sandro telah diterbangkan ke kampung halamannya di Jambi.

"Tadi malam saya mendapatkan informasi dari pihak kepolisian bahwa ada yang meninggal, di wilayah Serpong. Tadi saya sudah memerintahkan Bu Camat datang langsung kesana untuk memastikan, dan ternyata sudah dibawa ke Jambi," terang Airin kepada Okezone, di Pondok Aren.

Dilanjutkan Airin, dia belum mendapatkan informasi terbaru mengenai penyebab tewasnya Sandro. Namun begitu, dia akan terus menunggu kabar dari pihak keluarga korban yang saat ini masih berada di Jambi guna mengurus pemakamannya.

"Apakah meninggalnya karena apa, saya belum mendapat info update terbaru dari pihak kepolisian. Tapi yang pasti keluarga sudah membawa ke Jambi, dimakamkan di Jambi," jelasnya.

Menurut Airin, tragedi 22 Mei yang menyebabkan banyak jatuh korban itu semestinya tak perlu terjadi. Apabila para pendemo mematuhi peraturan dan ketentuan yang berlaku. Berunjuk rasa, kata dia, harus mengutamakan dua hal yaitu hak dan kewajiban.

"Tentunya saya berharap ya, belajar dari pengalaman ini semuanya, bahwa disamping ada hak untuk menyampaikan aspirasi, ada juga kewajiban. Jadi kalau sudah selesai jam 6 (18.00) pulang, ya pulang. Kalau demo kan ada batas waktu, pasti batas waktu itu juga diatur untuk keselamatan para pendemo itu sendiri," imbuhnya.

Baca Juga: Keponakannya Tewas dalam Aksi 22 Mei, Widya: Pak Presiden, ke Mana Saya Mengadu? 

Diceritakan Airin, saat peristiwa kerusuhan berlangsung dirinya sempat menghubungi beberapa perwakilan warganya yang ikut berangkat berunjuk rasa ke Jakarta. Lantas, dia pun meminta agar mereka segera pulang jika batas waktu berunjuk rasa telah selesai.

"Kayak kemarin waktu ada kejadian kerusuhan, saya telepon, ada apa? Enggak ada apa-apa bu InsyaAllah aman, ya sudah tapi cepat pulang, saya bilang begitu. Saya cuma bisa mengimbau itu kan. Yang saya pikirkan, ini kan bulan suci ramadhan, mau lebaran, kalau ada apa-apa kan keluarga lagi yang sedih. Namanya ajal kita tidak pernah tahu, tapi sebisa mungkin kita menghindar," tuturnya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini