nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mustofa Nahrawardaya Ditangkap karena Hoaks 22 Mei, TKN: Hukum Harus Ditegakkan

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Minggu 26 Mei 2019 17:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 26 337 2060573 mustofa-nahrawardaya-ditangkap-karena-hoaks-22-mei-tkn-hukum-harus-ditegakkan-GbLecvd04V.JPG Aksi 21 Mei (Okezone)

JAKARTA - Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf mendukung langkah tegas Polri ketika menangkap anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Mustofa Nahrawardaya terkait kasus penyebaran informasi palsu atau hoaks kerusuhan 22 Mei di Jakarta.

"Kami mendukung pihak kepolisian untuk menindak siapapun pihak yang sengaja menyebarkan hoaks, fitnah dan berita kebohongan yang tujuannya menimbulkan keresahan sosial di masyarakat," kata Juru Bicara TKN Ace Hasan Syadzily kepada Okezone, Jakarta, Minggu (26/5/2019).

 Baca juga: Cuitan Mustofa Nahrawardaya soal Hoaks Brimob Aniaya Anak Buat Onar

Ace menekankan, proses hukum harus ditegakan secara jelas dan profesional kepada siapapun tanpa pandang bulu. Oleh karenanya, TKN menilai langkah dari aparat kepolisian menetapkan Anggota Dewan Pustaka dan Informasi Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah itu sebagai langkah yang tepat.

 https://img-z.okeinfo.net/okz/500/library/images/2019/05/26/3c5tjt1yyi98anocp0oq_21556.jpg

"Hukum harus ditegakkan kepada siapapun," tutur Ace.

 Baca juga: Mustofa Nahra Tersangka Hoax 22 Mei, BPN Prabowo dan PAN Siap Membela

Apalagi, kata Ace, Mustofa diyakini telah mengkapitalisasi isu kerusuhan 22 Mei. Hal itu justru membuat keresahan dan keonaran ditengah masyarakat.

"Saudara Musthofa Nahra yang membagikan foto dengan narasi kebencian jelas memiliki maksud tertentu dengan memanfaatkan aksi 22 Mei 2019," ujar Ace.

Dalam surat perintah penangkapan terhadap Mustofa terkait dengan kasus dugaan Hoaks. Hal itu berdasarkan adanya laporan polisi dengan nomor LP/B/0507/V/2019/BARESKRIM, tanggal 25 Mei 2019.

 Baca juga: Sandi Sebut 94% Pangan Dikuasai Kartel, TKN: Berlebihan & Seolah Masih Kampanye

Dalam surat itu, Mustofa disangka melanggar Pasal 45A ayat 2 Jo Pasal 28 ayat 2 Undang-undang 19 tahun 2016 dan Pasal 14 ayat 1 dan 2 dan atau Pasal 15 undang-undang nomor 1 tahun 1946.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini