nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sebar Hoaks Polisi Tembak Anak 14 Tahun, Dokter di Bandung Ditangkap

CDB Yudistira, Jurnalis · Selasa 28 Mei 2019 13:09 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 28 525 2061277 sebar-hoaks-polisi-tembak-anak-14-tahun-dokter-di-bandung-ditangkap-kpb24YRjht.jpg Ilustrasi.

BANDUNG - Ditreskrimsus Polda Jabar menangkap seorang diduga penyebar hoaks, saat demo 22 Mei 2019 di Jakarta. Pelaku berinisial DS, berprofesi sebagai dokter asal Kota Bandung.

"Di akun media sosial Facebook-nya yang bersangkutan membuat atau menulis bahwa ada korban ditembak polisi anak usia 14 tahun yang tewas," kata Direktur Ditreskrimsus Polda Jabar, Kombes Pol Samudi, saat ungkap kasus pada Selasa (28/5/2019).

Pelaku lewat akun Facebook @dodisuardi menuliskan informasi hoaks, sebagai berikut: “Malam ini Allah memanggil hamba-hamba yang di kasihinya. Seorang remaja tanggung, menggenakan ikat pinggang berlogo osis, diantar ke posko mobile ARMII dalam kondisi bersimbah darah. Saat diletakkan distetcher ambulans, tidak ada respon, nadi oun tidak teraba. Tim medis segera melakukan resusitasi. Kondisi sudah sangat berat hingga anak ini syahid dalam perjalanan ke rumah sakit. Tim medis yang menolong tidak kuasa menahan air mata. Kematian anak selalu menyisakan trauma. Tak terbayang perasaan orangtuannya. Korban tembak polisi seorang remaja 14 tahun tewas”.

(Baca juga: Polisi Tangkap 10 Penyebar Hoaks Terkait Aksi 21-22 Mei)

"Modusnya melakukan distribusi konten status di Facebook dengan akses terbuka sehingga postingan status dapat dilihat oleh seluruh pengguna akun Facebook," ucapnya.

Ilustrasi.

Polisi menjerat pelaku dengan Pasal 14 Ayat 1 dan Ayat 2, serta Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan hukum pidana dan 207 KUHPidana dengan ancaman di atas lima tahun penjara.

Sementara itu, DS mengaku konten yang diunggah didapat dari grup diskusi yang diikutinya. "Sebetulnya saya posting itu bukan murni saya ketik, itu copas dalam grup sedang diskusi bahan diskusi bagaimana cara kita netralisir. Karena memanas saya sudah minta maaf, kalau menggangu di FB saya juga sudah nulis permohonan maaf yang panjang," ujarnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini