Melihat isu rabies yang semakin masif, dia sempat kebingungan harus melapor ke mana untuk penanganan di wilayahnya. Sebab, kalau ditangani sendirian oleh pihaknya, tentu tidak bisa menyeluruh. Setelah bertemu dengan Kabid Keswan, pihaknya akan semakin intensif melakukan komunikasi, karena warga yang memelihara anjing cukup banyak.
Kepala Dinas Pertanian Ida Bagus Juanida menyatakan, hasil analisa petugas di lapangan, sesungguhnya anjing yang menggigit tujuh warga itu belum divaksin. Melihat tingginya kasus gigitan anjing, ia menolak Klungkung saat ini dikatakan dalam kondisi darurat rabies. Sebab, kasus serupa juga lebih dulu terjadi di tempat lain, seperti Bangli, Karangasem dan Buleleng.
Sebagai antisipasi meningkatnya intensitas kasus ini, pihaknya terus menyiagakan tim yang bisa secepatnya melakukan eliminasi di lapangan. “Kasus gigitannya memang sporadis. Kami tetap siagakan petugas, sehingga ketika menerima laporan langsung bisa tangani,” tegas Juanida.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.