nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pasca Teror Bom Kartosuro, Pospam di Jatim Tetap Layani Pemudik

Syaiful Islam, Jurnalis · Selasa 04 Juni 2019 14:38 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 04 519 2063655 pasca-teror-bom-kartosuro-pospam-di-jatim-tetap-layani-pemudik-nMVLVtodqT.jpg Polisi (Okezone)

SURABAYA - Pos pengamanan (pospam) lebaran yang ada di wilayah Jatim tetap harus melayani para pemudik yang memerlukan bantuan petugas. Meskipun ada peristiwa ledakan bom bunuh diri dekat pospam di Sukoharjo, Jateng.

"Sehubungan terjadinya (ledakan bom) di Sukoharjo yang sampai dengan sekarang kita melakukan penyelidikan, walaupun memang mabes Polri menyatakan bom yang digunakan daya ledak rendah. Namun polda Jatim menyampaikan pospam yang ada di Jatim harus tetap melayani pemudik siapa saja yang memerlukan tindakan kepolisian," terang Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera, Selasa (4/6/2019).

 Baca juga: Pelaku Gunakan Bom Pinggang saat Ledakkan Diri di Pospam Kartosuro

Kemudian yang kedua, sambung Barung, menjaga keamanan terhadap dirinya dan anggota yang bertugas disana. Sehingga tidak sampai ada pospam itu nanti yang tidak diawasi anggotanya sendiri. Hal ini untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan bersama.

 lokasi ledakan (okezone)

Menurut Barung, polisi diteror merupakan sesuatu yang biasa bagi anggota kepolisian. Meskipun begitu akan tetap dihadapi oleh polisi, karena mereka jahat dan berbuat kriminal. Mereka juga ingin mendirikan ideologi berbeda dengan Pancasila yang telah disepakati di negara Indonesia.

 Baca juga: Pelaku Pengeboman di Pospam Kartosuro Terpapar ISIS

"Secara terbuka kepolisian melaksanakan tugasnya. Kita selalu terbuka pada masyarakat, sehingga risiko kita jalankan. Tapi antisipasi sudah disampaikan bapak Kapolda Jatim. Tadinya kita nilai pospam aman karena masukan intelijen, tapi pasca kejadian di Sukoharjo kita melihat perbatasan disana untuk melakukan pengecekan kembali," papar Barung.

Disinggung kenapa polisi menjadi sasaran aksi teror bom, Barung mengaku karena polisi melawan kejahatan. Mereka yang memusuhi polisi adalah orang berjiwa penjahat, dan mereka yang menanamkan ideologi berbeda dengan Pancasila.

 Baca juga: Identitas Terungkap, Pelaku Pengeboman Pospom Kartosuro Ditetapkan sebagai Tersangka

"Ketiga mereka yang memusuhi polisi karena ada agenda-agenda tertentu yang itu merupakan bagian agenda politik karena tugas polisi menghalangi terjadinya kriminal. Melihat dari kejadian di Sukoharjo, kita akan menambah personel pengamanan di tempat publik berkumpul seperti lokasi sholat Ied dan tempat wisata," tandasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini