SWEDIA - Gaji tinggi dan fasilitas mewah menjadi salah satu alasan mengapa banyak orang ingin menjadi anggota DPR. Tidak demikian halnya dengan Swedia. Di negara ini para anggota DPR hidup bersahaja.
"Kami ini tak berbeda dengan warga kebanyakan," ujar Per-Arne Hakansson, anggota DPR dari Partai Sosial Demokrat.
"Tugas utama kami adalah mewakili rakyat, jadi tak pantas rasanya jika kami diistemewakan atau mendapatkan banyak fasilitas atau gaji tinggi," kata Hakansson.
Baca juga: Swedia Buka Kembali Penyelidikan Kasus Perkosaan Terhadap Pendiri Wikileaks
"Yang membuat kami istimewa adalah kesempatan untuk ikut menentukan kebijakan negara," imbuhnya.
Semua anggota DPR Swedia tidak mendapatkan mobil dinas atau tunjangan untuk membeli mobil.

Parlemen hanya punya tiga mobil dinas, Volvo S80, dan ini hanya diperuntukkan untuk ketua dan tiga wakilnya dan hanya boleh dipakai untuk tugas-tugas parlemen.
Untuk urusan mobilitas, anggota DPR boleh menggunakan semua trasportasi umum secara cuma-cuma.
Baca juga: Konektivitas Adalah Kunci Hubungan ASEAN-Swedia
Mengapa tak ada mobil untuk anggota DPR? "Kami bukan perusahaan taksi," kata pejabat parlemen, Rene Poedtke.
Ia menjelaskan tiga mobil dinas tak boleh dipakai untuk mengantarkan anggota DPR dari kantor ke rumah.
Satu-satunya pejabat tinggi negara yang punya mobil dinas adalah Perdana Menteri Stefan Lofven.
Anggota DPR Swedia menerima gaji sekitar USD6.900 atau sekitar Rp98 juta per bulan, setengah dari anggota Kongres Amerika Serikat yang menerima gaji USD14.000.
Baca juga: Visa untuk Diplomatnya Ditolak, Rusia Balas Usir Dua Pejabat Diplomatik Swedia
Gaji rata-rata di Swedia adalah USD2.800 atau sekitar Rp40 juta per bulan.
Anggota DPR yang mewakili daerah pemilihan di luar ibu kota Stockholm boleh mengklaim semacam tunjangan harian yang besarannya sekitar USD12 atau setara dengan Rp171.000.
Di Stockholm, uang itu hanya bisa dipakai untuk membeli makanan sederhana.