Anggota Parlemen Swedia Tidak Terima Tunjangan Besar Bahkan Sempat Tak Digaji

Agregasi BBC Indonesia, · Kamis 06 Juni 2019 04:03 WIB
https: img.okezone.com content 2019 06 05 18 2063994 anggota-parlemen-swedia-tidak-terima-tunjangan-besar-bahkan-sempat-tak-digaji-IO5kDw0rW0.jpg Parlemen Swedia (BBC)

SWEDIA - Gaji tinggi dan fasilitas mewah menjadi salah satu alasan mengapa banyak orang ingin menjadi anggota DPR. Tidak demikian halnya dengan Swedia. Di negara ini para anggota DPR hidup bersahaja.

"Kami ini tak berbeda dengan warga kebanyakan," ujar Per-Arne Hakansson, anggota DPR dari Partai Sosial Demokrat.

"Tugas utama kami adalah mewakili rakyat, jadi tak pantas rasanya jika kami diistemewakan atau mendapatkan banyak fasilitas atau gaji tinggi," kata Hakansson.

 Baca juga: Swedia Buka Kembali Penyelidikan Kasus Perkosaan Terhadap Pendiri Wikileaks

"Yang membuat kami istimewa adalah kesempatan untuk ikut menentukan kebijakan negara," imbuhnya.

Semua anggota DPR Swedia tidak mendapatkan mobil dinas atau tunjangan untuk membeli mobil.

 Anggota Parlemen Swedia

Parlemen hanya punya tiga mobil dinas, Volvo S80, dan ini hanya diperuntukkan untuk ketua dan tiga wakilnya dan hanya boleh dipakai untuk tugas-tugas parlemen.

Untuk urusan mobilitas, anggota DPR boleh menggunakan semua trasportasi umum secara cuma-cuma.

 Baca juga: Konektivitas Adalah Kunci Hubungan ASEAN-Swedia

Mengapa tak ada mobil untuk anggota DPR? "Kami bukan perusahaan taksi," kata pejabat parlemen, Rene Poedtke.

Ia menjelaskan tiga mobil dinas tak boleh dipakai untuk mengantarkan anggota DPR dari kantor ke rumah.

Satu-satunya pejabat tinggi negara yang punya mobil dinas adalah Perdana Menteri Stefan Lofven.

Anggota DPR Swedia menerima gaji sekitar USD6.900 atau sekitar Rp98 juta per bulan, setengah dari anggota Kongres Amerika Serikat yang menerima gaji USD14.000.

 Baca juga: Visa untuk Diplomatnya Ditolak, Rusia Balas Usir Dua Pejabat Diplomatik Swedia

Gaji rata-rata di Swedia adalah USD2.800 atau sekitar Rp40 juta per bulan.

Anggota DPR yang mewakili daerah pemilihan di luar ibu kota Stockholm boleh mengklaim semacam tunjangan harian yang besarannya sekitar USD12 atau setara dengan Rp171.000.

Di Stockholm, uang itu hanya bisa dipakai untuk membeli makanan sederhana.

Sebelum 1957, para anggota DPR Swedia tidak digaji

Dari mana mereka mendapatkan penghasilan? Gaji mereka berasal dari iuran anggota partai.

Setelah 1957, pemerintah memutuskan untuk menggaji anggota DPR antara lain dengan tujuan orang tertarik untuk masuk parlemen. Meski demikian, pada saat yang sama, banyak pihak juga menginginkan agar gaji anggota DPR ini tak terlalu tinggi.

Baca juga: Sederet Fakta Perjuangan Swedia Gunakan Energi Terbarukan

Di sejumlah negara, selain mendapatkan tunjangan kendaraan, para anggota DPR juga mendapatkan rumah dinas.

Di Swedia, rumah dinas yang berbentuk apartemen sempit, dan hanya diperuntukkan bagi anggota yang berasal dari luar Stockholm.

Anggota DPR Per-Arne Hakansson mengatakan apartemen yang ia tempati hanya punya satu kamar dengan luas keseluruhan tak lebih dari 46 meter persegi.

Baca juga: Kota di Swedia Dikecam Setelah Tampilkan Gadis Berjilbab dalam Iklannya

Para anggota DPR Swedia dilarang merekrut staf pribadi atau tenaga ahli.

Tapi ada tunjangan untuk menggunakan semacam "staf pendukung atau tenaga ahli bersama" yang disediakan bagi anggota yang memerlukan.

Di pemerintah lokal, upaya penghematan lebih besar lagi.

Sekitar 94% anggota dewan kota atau dewan daerah tak menerima gaji kecuali bagi mereka yang masuk menjadi anggota komite eksekutif, yang menerima gaji baik karena bekerja penuh waktu atau paruh waktu.

Mengapa demikian?

"Ini adalah pekerjaan sukarela yang bisa kita lakukan di waktu senggang kita," kata anggota dewan kota Stockhom, Christina Elffors-Sjodin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini